Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mendorong kota/kabupaten di Jawa Barat untuk memiliki agenda kebudayaan yang diakui secara internasional.
Terlebih, Jabar memiliki banyak potensi dan keunikan dalam seni dan budaya. Diakuinya, ada beberapa even seni dan budaya daerah lain yang sudah diakui dunia internasional, seperti di Jember, Banyuwangi, dan Kutai Kartanegara.
"Di kita meski punya banyak potensi, tapi belum satu pun yang menjadi even internasional. Ini tak hanya kewajiban pemprov, tapi juga seluruh warga," kata Deddy dalam acara silaturahim dengan tokoh masyarakat, seniman, dan budayawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung.
Dikatakan, saat ini perlu ada suatu langkah untuk memperkuat kebudayaan di Jabar. Sebab, potensi sudah banyak. "Persoalannya bagaimana mengemas itu, kemudian katakan (menginformasikan) pada dunia bahwa Jabar punya banyak hal unik yang muncul dari kearifan dan budaya lokal kita," katanya.
Pemprov, katanya, bisa ikut menganggarkan untuk menggelar even budaya internasional yang bisa dilaksanakan akhir tahun ini dengan anggaran yang dialokasikan dalam APBD perubahan tahun ini. Tapi kalau tidak memungkinkan bisa dianggarkan pada APBD murni tahun 2014.
Di antara rombongan budayawan dan seniman yang hadir adalah Ade Suherlin mewakili masyarakat adat Kampung Naga, Tokoh Paguron Encep Rom dan budayawan diwakili Budi Dalton. Turut mendampingi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jawa Barat.
Pada acara ini Wagub mendapat cinderamata berupa pakaian adat dan penyematan pin kujang dari para budayawan.
Terlebih, Jabar memiliki banyak potensi dan keunikan dalam seni dan budaya. Diakuinya, ada beberapa even seni dan budaya daerah lain yang sudah diakui dunia internasional, seperti di Jember, Banyuwangi, dan Kutai Kartanegara.
"Di kita meski punya banyak potensi, tapi belum satu pun yang menjadi even internasional. Ini tak hanya kewajiban pemprov, tapi juga seluruh warga," kata Deddy dalam acara silaturahim dengan tokoh masyarakat, seniman, dan budayawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung.
Dikatakan, saat ini perlu ada suatu langkah untuk memperkuat kebudayaan di Jabar. Sebab, potensi sudah banyak. "Persoalannya bagaimana mengemas itu, kemudian katakan (menginformasikan) pada dunia bahwa Jabar punya banyak hal unik yang muncul dari kearifan dan budaya lokal kita," katanya.
Pemprov, katanya, bisa ikut menganggarkan untuk menggelar even budaya internasional yang bisa dilaksanakan akhir tahun ini dengan anggaran yang dialokasikan dalam APBD perubahan tahun ini. Tapi kalau tidak memungkinkan bisa dianggarkan pada APBD murni tahun 2014.
Di antara rombongan budayawan dan seniman yang hadir adalah Ade Suherlin mewakili masyarakat adat Kampung Naga, Tokoh Paguron Encep Rom dan budayawan diwakili Budi Dalton. Turut mendampingi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jawa Barat.
Pada acara ini Wagub mendapat cinderamata berupa pakaian adat dan penyematan pin kujang dari para budayawan.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !