BANDUNG - Lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi korban penganiayaan dan perampokan oleh sekelompok orang yang diduga anggota geng motor.
Peristiwa tersebut kebanyakan terjadi di Jalan Tamansari, Kota Bandung, yang berdekatan dengan Kampus ITB.
“Daerah situ memang bisa dibilang rawan," ujar Fabianto Maoludio (19), mahasiswa Teknik Geodesi ITB.
Saat malam, jelas dia, Jalan Tamansari sangat gelap karena penerangan yang minim. Daerah itu juga sepi dari aktivitas warga maupun mahasiswa.
“Teman saya pernah dua kali dirampas handphone-nya di situ, malam-malam waktu jalan sendirian,” ungkapnya.
Muhammad Hafidz (20), mahasiswa Teknik Geodesi ITB, juga mengungkapkan pernah ada kejadian perampasan motor tak jauh dari kejadian yang dialami Julius.
“Teman saya motornya diambil. Pelakunya pakai motor, tapi enggak pakai atribut tertentu,” ucapnya.
Fabianto dan Hafidz pun berharap kejadian yang menimpa rekan-rekannya tidak dialami mahasiswa lainnya. Mereka mendesak polisi bertindak tegas. Operasi pun perlu dilakukan untuk menjaring pelaku kriminal, baik itu geng motor atau bukan.
Fabianto bahkan mengusulkan agar polisi stand by di lokasi-lokasi rawan kriminalitas. Mobil patroli minimal ada di lokasi agar membuat pelaku ciut saat akan beraksi karena merasa diawasi polisi.
Sumber
Komentar Mahasiswa ITB soal Kekerasan Geng Motor
Written By Admin on Thursday, October 31, 2013 | 12:59 PM
Label:
Berita,
Nasional,
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !