Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan, M.Si., berjanji akan segera
membentuk tim investigasi dan verifikasi, terkait kisruh hasil seleksi
calon pegawai negeri sipil (CPNS) kategori 2 (K2).
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya laporan tentang dugaan tenaga sukwan K2 bermasalah yang lulus seleksi. “Sebelum dilakukan pemberkasan, kami akan membentuk tim ivestigasi. Tim tersebut sekaligus bertugas untuk memverifikasi data 970 sukwan K2 yang lulus seleksi dari tiap-tiap satuan organisasi perangkat daerah (SOPD),” kata Ade Irawan, usai mendampingi ratusan sukwan K2 yang berdemo. Mereka mendatangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta, Senin (17/2).
Menurutnya, bila terbukti sukwan K2 yang lulus seleksi itu tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 56/2012, maka secara tegas pihaknya akan mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar yang bersangkutan dianulir kelulusannya.
“Oleh sebab itu, kami setuju sebelum dilakukan investigasi dan verifikasi, jangan dulu dilakukan pemberkasan. Dan nantinya, jika terbukti ada sukwan K2 yang lulus seleksi CPNS tanpa memenuhi pesryaratan, maka dengan sendirinya akan gugur,” tandasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap husnuzan atas dinamika yang terjadi pascapengumuman hasil seleksi CPNS 2013/2014. Bahkan dia belum menerima pengumuman hasil seleksi secara resmi, baik dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) maupun dan Kemenpan RB. Dia mengaku mengetahui jumlah peserta seleksi CPNS yang lulus dari situs BKN.
“Saya mengetahui pengumuman hasil seleksi itu dari website BKN. Oleh sebab itu sampai sekarang saya belum tahu formasinya,” tandasnya.
Sementara disinggung kedatangannya ke Kemenpan RB bersama ratusan sukwan K2, Bupati menjelaskan, ada kesamaan kepentingan antara aspirasi yang disampaikan para sukwan. Di antaranya sama-sama ingin mengetahui penjelasan atas dinamika yang terjadi pascaseleksi CPNS, dari sumbernya langsung.
“Maka kita datang bersama-sama mereka untuk mendapat penjelasan dari sumbernya supaya dinamika yang terjadi sekarang ini cepat selesai,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya laporan tentang dugaan tenaga sukwan K2 bermasalah yang lulus seleksi. “Sebelum dilakukan pemberkasan, kami akan membentuk tim ivestigasi. Tim tersebut sekaligus bertugas untuk memverifikasi data 970 sukwan K2 yang lulus seleksi dari tiap-tiap satuan organisasi perangkat daerah (SOPD),” kata Ade Irawan, usai mendampingi ratusan sukwan K2 yang berdemo. Mereka mendatangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta, Senin (17/2).
Menurutnya, bila terbukti sukwan K2 yang lulus seleksi itu tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 56/2012, maka secara tegas pihaknya akan mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar yang bersangkutan dianulir kelulusannya.
“Oleh sebab itu, kami setuju sebelum dilakukan investigasi dan verifikasi, jangan dulu dilakukan pemberkasan. Dan nantinya, jika terbukti ada sukwan K2 yang lulus seleksi CPNS tanpa memenuhi pesryaratan, maka dengan sendirinya akan gugur,” tandasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap husnuzan atas dinamika yang terjadi pascapengumuman hasil seleksi CPNS 2013/2014. Bahkan dia belum menerima pengumuman hasil seleksi secara resmi, baik dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) maupun dan Kemenpan RB. Dia mengaku mengetahui jumlah peserta seleksi CPNS yang lulus dari situs BKN.
“Saya mengetahui pengumuman hasil seleksi itu dari website BKN. Oleh sebab itu sampai sekarang saya belum tahu formasinya,” tandasnya.
Sementara disinggung kedatangannya ke Kemenpan RB bersama ratusan sukwan K2, Bupati menjelaskan, ada kesamaan kepentingan antara aspirasi yang disampaikan para sukwan. Di antaranya sama-sama ingin mengetahui penjelasan atas dinamika yang terjadi pascaseleksi CPNS, dari sumbernya langsung.
“Maka kita datang bersama-sama mereka untuk mendapat penjelasan dari sumbernya supaya dinamika yang terjadi sekarang ini cepat selesai,” katanya.
Disebutkannya, di sana mereka mendapat penjelasan dan tanggapan langsung dari Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenpan RB, Iwan Setiawan Atmatmadja dan Asisten Deputi I, Rizal serta Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik, Herman Suryatman. “Poin g terpenting dari pertemuan itu, adanya kesepahaman, jika berdasarkan hasil verifikasi ditemukan ada sukwan K2 bermasalah yang lulus seleksi, maka yang bersangkutan secara otomatis akan dianulir,” katanya.
Ditegaskannya, menurut Deputi SDM, Menteri Pan RB, Azwar Abubakar sudah memberi petunjuk kepada BKN untuk memproses secara hukum pejabat yang terlibat dalam pemalsuan dokumen sukwan K2. “Kasusnya sendiri akan langsung dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” imbuhnya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !