Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jabar mengusulkan kepada Wali Kota
Bandung, Ridwal Kamil untuk mencanangkan Hari untuk membaca. Program ini
harus dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di
kalangan pelajar dan mahasiswa.
Selama ini Pemkot Bandung sudah mencanangkan program khusus, seperti Rebo Nyunda, Kemis Inggis, Selasa hari tanpa rokok.
"Saya minta kepada Pak Wali Kota Bandung untuk mencanangkan satu hari untuk membaca. Entah itu hari Jumat atau Sabtu atau hari apa pun," ungkap Ketua Umim Ikapi, Lucya Andam Dewi di sela-sela pembukaan "Pesta Buku Bandung 2014 di Landmark, Jln. Braga, Kamis (27/2/14).
Diakuinya, minat baca di Indonesia masih rendah. Diharapkan jika ada instruksi atau program yang didukung pemerintah akan lebih meningkatkan minat baca masyarakat.
Sementara itu, ia mengharapkan dengan adanya pesta buku ini bisa menambah wawasan, membuka pikiran, untuk terus menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini dinilai tepat karena martabat bangsa tidak dibangun dalam sekejap, tetapi ibangun atas landasan filosofi yang kokoh. Yang salah satunya didapat dari buku-buku dan bahan bacaan yang berkualitas.
"Makanya kami tidak pernah bosan menyampaikan kepada penerbit untuk menerbitkan buku-buku yang berkualitas dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat," ungkap Luchya.
Selama ini Pemkot Bandung sudah mencanangkan program khusus, seperti Rebo Nyunda, Kemis Inggis, Selasa hari tanpa rokok.
"Saya minta kepada Pak Wali Kota Bandung untuk mencanangkan satu hari untuk membaca. Entah itu hari Jumat atau Sabtu atau hari apa pun," ungkap Ketua Umim Ikapi, Lucya Andam Dewi di sela-sela pembukaan "Pesta Buku Bandung 2014 di Landmark, Jln. Braga, Kamis (27/2/14).
Diakuinya, minat baca di Indonesia masih rendah. Diharapkan jika ada instruksi atau program yang didukung pemerintah akan lebih meningkatkan minat baca masyarakat.
Sementara itu, ia mengharapkan dengan adanya pesta buku ini bisa menambah wawasan, membuka pikiran, untuk terus menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini dinilai tepat karena martabat bangsa tidak dibangun dalam sekejap, tetapi ibangun atas landasan filosofi yang kokoh. Yang salah satunya didapat dari buku-buku dan bahan bacaan yang berkualitas.
"Makanya kami tidak pernah bosan menyampaikan kepada penerbit untuk menerbitkan buku-buku yang berkualitas dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat," ungkap Luchya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !