Miami dikenal karena cuacanya yang tropis dan karena adanya populasi
Kuba-Amerika, dan beberapa orang pensiunan, bukan sebagai kota seni.
Beruntungnya, seorang pengembang real estate dan juga seorang milyarder
Jorge Pérez ingin merubah itu semua. Pérez menyumbang $40 miliar dolar
dan setengah dari koleksi seni pribadinya, untuk membangun Museum Pérez
Art di Miami. Museum Pérez Art ini pada akhirnya menjadi salahsatu
bangunan penting di Amerika Serikat yang menggunakan nama Hispanic.
Sumbangan ini adalah salahsatu cara untuk membuat Miami dikenal oleh
kalangan luas.
Jorge Pérez berharap museum ini kelak akan membawa Miami ke dalam
level yang baru. “Institusi budaya telah memainkan peranan penting dalam
perkembangan kota Miami ini, dan museum ini adalah salahsatu
contohnya,” ujar Pérez kepada CNN.
Rata-rata karya yang berada didalam museum yang berharga $220 miliar
dolar ini merupakan sumbangan pribadi dari Pérez. Bangunannya sendiri
dirancang oleh dua orang arsitek Swiss yang meraih Pulitzker Prize,
yaitu Herzog dan de Meuron.
Didalamnya anda melihat kaca jendela yang tinggi yang digadang-gadang
tahan badai. Setiap sisi dari museumnya dihiasi oleh 70 taman
hidroponik yang bersifat self-watering, dirancang oleh Patrick Blanc,
seorang landscape artist dari Prancis. Kebanyakan karya-karya yang ada
di dalam museum ini merupakan karya-karya dari abad ke-20 dan ke-21, dan
museum ini baru saja mengadakan pameran karya-karya Ai Weiwei, seorang
seniman sekaligus aktivis dari Cina. Karya-karya yang ditampilkan
diambil dari koleksi According to What? Milik AI Weiwei.
Meski penamaannya sempat mengundang kontroversi, karena membawa nama
si donatur museum, namun tetap, bangunan ini merupakan salahsatu ikon
kota Miami.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !