Mumi
Mesir. Jasad berbalut perban dari ujung kaki sampai ujung kepala itu
selalu menyimpan misteri selama berabad-abad. Jasad itu ditempatkan
dalam peti mati khusus, bergambar topeng yang menyimbolkan kematian
bangsa Mesir kuno.
Peti mati tiap mumi, biasanya dapat menjelaskan sedikit sejarah jasad di dalamnya. Misalnya, ada topeng kematian yang menunjukkan bahwa si mumi merupakan wanita dari kalangan atas bangsa Mesir yang hidup pada tahun 1500 sebelum Masehi.
Rambut biru pada topeng kematian merupakan ciri khas dewa Mesir, sedangkan hiasan kepala menyimbolkan perlindungan dewa-dewa.
Namun, tidak semua mumi dapat menjelaskan kondisinya sewaktu hidup, karena banyak mumi yang tertutup rapat oleh perban sehingga menyulitkan proses penelitian. Hal itu, seperti yang terjadi pada satu mumi pria asal Mesir.
Semula, para ahli mengira mumi itu berjenis kelamin perempuan karena jasadya ditemukan di dalam peti mati khusus perempuan. Penutup perban di seluruh tubuh mumi membuat peneliti sulit mencari data dan identitas si mumi.
Kini berkat alat CT scanner, para ahli mampu mengungkap detail proses untuk mengawetkan jasad mumi. Lihat di tautan video ini.
CT scanner juga mampu mengubah data menjadi visualisasi tiga dimensi dengan menggunakan software grafis yang digunakan untuk teknik otomotif.
Saat ini, sejarah mumi yang telah didata oleh alat CT scan itu dipamerkan di semuah museum di British Museum, London.
Peti mati tiap mumi, biasanya dapat menjelaskan sedikit sejarah jasad di dalamnya. Misalnya, ada topeng kematian yang menunjukkan bahwa si mumi merupakan wanita dari kalangan atas bangsa Mesir yang hidup pada tahun 1500 sebelum Masehi.
Rambut biru pada topeng kematian merupakan ciri khas dewa Mesir, sedangkan hiasan kepala menyimbolkan perlindungan dewa-dewa.
Namun, tidak semua mumi dapat menjelaskan kondisinya sewaktu hidup, karena banyak mumi yang tertutup rapat oleh perban sehingga menyulitkan proses penelitian. Hal itu, seperti yang terjadi pada satu mumi pria asal Mesir.
Semula, para ahli mengira mumi itu berjenis kelamin perempuan karena jasadya ditemukan di dalam peti mati khusus perempuan. Penutup perban di seluruh tubuh mumi membuat peneliti sulit mencari data dan identitas si mumi.
Kini berkat alat CT scanner, para ahli mampu mengungkap detail proses untuk mengawetkan jasad mumi. Lihat di tautan video ini.
CT scanner juga mampu mengubah data menjadi visualisasi tiga dimensi dengan menggunakan software grafis yang digunakan untuk teknik otomotif.
Saat ini, sejarah mumi yang telah didata oleh alat CT scan itu dipamerkan di semuah museum di British Museum, London.
Dalam pameran ini juga
ditampilkan kehidupan bangsa Mesir sebelum diawetkan menjadi mumi.
Pameran menarik ini berlangsung mulai 22 Mei sampai 30 November 2014.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !