Dua peran dan tugas itu harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Namun Allah mengingatkan bahwa sebagian besar manusia bersifat zalim serta memperbodoh diri sendiri, karena lebih dikuasai nafsu.
Prinsip kepemimpinan termaktub dalam Alquran. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya" (Q.S. Ali-Imran: 118).
Ayat lainnya, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" (Q.S. An-Nisa: 59)
Menurut Syekh Ali bin Muhammad Al-Jarjany, imam yaitu seseorang yang memiliki jabatan umum dalam urusan agama dan urusan dunia sekaligus (At-Ta'rifat, Tanpa Tahun: 34).
Allah berfirman dalam Q.S. Al-Isra ayat 71, "(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun."
Sedangkan dalam Q.S. Al-Anbiya ayat 73, "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami."
Ayat tersebut secara implisit mengisyaratkan perlunya umat Islam untuk memiliki pemimpin, baik agama maupun untuk politik agar dapat menunjukkan mereka jalan yang benar dengan melaksanakan aturan-aturan Allah serta mengorganisasi kemaslahatan dunia mereka.
Dalam Alquran dan sunah istilah pemimpin bervariasi sesuai dengan tugas, fungsi serta tanggung jawabnya. Di antaranya imam, amir, sultan, ro'in, khalifah, qaidun, dan wali.
Menurut Ibnu Taimiyah, pemimpin yang Ideal ada dua, yaitu al-qowwi (kuat) yang meliputi (imarah) kepemimpinan dalam managerial leadership, dan qowwi yahkumu binafsi al-amanah/aholih (siyasyah syariyya).
sumber//
Pemimpin yang Adil
FACHRUDIN Hs. menjelaskan, adil dan keadilan itu menjadi keinginan setiap hati yang bersih dan dirindukan segenap jiwa yang sadar. Maklumlah, hanya dengan keadilan yang merata, keamanan dan perdamaian dalam masyarakat bisa tumbuh dan berkembang, dimana pribadi memperoleh perlindungan dan pembelaan.Adil itu sangat dalam maknanya, juga sangat luas daerahnya, meliputi segenap bidang kehidupan dan pergaulan umat manusia sepanjang zaman dan segenap penjuru. Keadilan dalam lapangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya, juga dalam memberikan dan menerima hak serta kewajiban. Juga adil dalam menerima dan memberi, mengumpul dan membagi, menyukat dan menggantang, mengukur dan menimbang, memberi nilai penghargaan, seterusnya dan seterusnya (Enslikopedia Alquran, Jilid I, 1992: 29).
M. Quraish Shihab memaparkan, "Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa sesungguhnya Tuhan memerintahakan kepada keadilan dan kebajikan (QS 16: 90) (Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, 2004: 305). Ar-Rtgib Al-Asfahbniy mejelaskan makna QS 16: 90. Menurutnya, "Maka sesungguhnya adil itu adalah kesamaan dalam memberikan balasan (al-mukbfaah), apabila baik, maka dia itu baik, dan apabila jelek, maka dia itu jelek. Sedang ihsbn (kebajikan) itu adalah yang diterima lebih banyak darinya dan kejahatan yang diterima lebih sedikit darinya (Mu'jam Mufrodbt Alfbdh Al-Quran, 2008: 364).
Menurut M. Quraish Shihab, "Salah satu hal yang ditekankan demi mewujudkan keadilan dan pemerataan adalah membagi-bagikan harta tersebut agar tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya (QS 59: 7). Sedemikian pentingnya persoalan keadilan, sehingga ia merupakan satu dari tiga kata terbanyak yang diulang-ulang penggunaannya dalam Alquran. Kata pertama adalah Allah dan kata kedua adalah ilmu (Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, 2004: 305) .
Sukamdjaja Asyarie dan Rosy Yusuf merinci ayat-ayat dalam Alquran yang berkaitan dengan adil sebagai berikut: Allah Hakim Yang Maha (QS At-Tnn (95): 8), keadilan (QS An-Nisa (4): 135, Al-An'am (6): 115, Al-A'raf (7): 8, 29, 159, 181, An-Nahl (16): 76 dan Al-Hadnd (57): 25), mengadili (QS Al-Baqarah (2): 113, An-Nisb (4): 105, dan Al-Mbidah (5): 47), memutuskan perselisihan dengan adil (QS An-Nisb (4): 65), mukminin harus berlaku adil (QS An-Nisb (4): 135, Al-Mbidah (5): 8, Al-An'am (6): 152, An-Nahl (16): 90 dan Al-Hujurtt (49): 9), pada hari kiamat Tuhan berlaku adil (QS Al-Anbiya (21): 47), pernyataan Allah tentang keadilan-Nya (QS Bli-Imran (3): 18), tidak adil (QS An-Najm (53): 22), adil terhadap lawan (QS An-Nisa (4): 105, Al-Maidah (5): 8, dan Al-An'am (6): 152), dan wajib berlaku adil (QS Al-Isra (17): 35) (Indeks Alquran, 1984: 2).
Berdasarkan konsep-konsep mengenai adil yang terkandung dalam Al-Quran di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa karakteristik pemimpin yang adil adalah sebagai berikut: 1. Menjadikan Alquran dan sunah sebagai landasan pertimbangan dan keputusan. 2. Dia tidak akan berpikir parsial dalam satu hal saja. Semua sendi kehidupan menjadi pusat perhatiannya. 3.Mampu bersikap proporsional, baik terhadap keluarga, sahabat, bahkan lawan atau musuhnya. 4. Mencintai ketenteraman dan kedamaian. 5. Memiliki wawasan yang luas, sehingga dengan hal itu dia mampu mengetahui berbagai hal dari berbagai sudut pandang. 6. Senantiasa mendahulukan kepentingan umat di atas kepentingan pribadinya.
Pemimpin yang adil tentu menjadi dambaan setiap insan. Nabi Muhammad menerangkan bahwa pemimpin tipe ini akan mendapatkan jaminan dari Allah.
Nabi SAW bersabda, "Tujuh golongan yang dilindungi Allah pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu (salah satu di antara tujuh golongan itu) imam yang adil. Muttafaq Alaih (Shohnh Al-Bukhtriy, Jilid I, 2004: 297, Jilid IV: 1371 dalam Kitbb Al-Adzbn, Bbb Man Jalasa fn Al-Masjidi Yunthdiru Ash-Sholbta, wa Fadl Al-Masbjid, had No. 660, Kitbb Az-Zakbti, Bbb Ash-Shodaqoh bi Al-Yamnn, had No. 1423, dan Kitbb Al-Hudd wa Mb Yukhdzaru min Al-Hudd, Bbb Man Taroka Al-Fawbhisy, hadits Nn. 6804. Shohnh Muslim, Jilid I, 2006: 457 dalam Kitbb Az-Zakbti, Bbb Fadl Ikhfb Ash-Shodaqoh, had No. 1031).
Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang adil yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !