Hari pertama (Sabtu, 24/5/2014) Gunungan International Mask and Puppets Festival 2014 Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, tidak hanya diwarnai kemeriahan tetapi juga kejutan. Seniman dan seniwati dari delapan negara dan empat benua berupaya mencuri perhatian lewat penampilan karya tari topeng maupun wayang.
“Kemeriahan dan kejutan yang kami tawarkan kepada pengunjung Kota Baru pada ajang Gunungan International Mask and Puppets Festival 2014 Kota Baru Parahyangan, yang merupakan penyelenggaraan untuk kali ketiga merupakan upaya menyedot apresiasi masyarakat lebih banyak. Tujuannya tiadalain, kami ini memberikan sumbangsih dan penghargaan kepada para seniman dan seniwati penjaga seni tradisi maupun kontemporer,” ujar Manajer Marketing Kota Baru Parahyangan Raymond Hadipranoto, disela-sela kegiatan.
Pada hari pertama yang sempat diguyur hujan sejak siang hingga menjelang sore, Kota Baru pada ajang Gunungan International Mask and Puppets Festival 2014 Kota Baru Parahyangan, dibuka penampilan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah asal Pekandangan Indramayu dan Boneka Marionette yang dimainkan Thomas Herfort seniman asal Berlin Jerman di Area Exhibition Bale Pare Kota Baru Parahyangan.
Juga tampil kolaborasi penari Alfiyanto, sastrawan Deddy Koral dan Wangi Hoediyatno disambung Wayang Keroncong. Juga tampil Wayang Motekar Herry Dim, dan sastrawan Godi Suwarna serta Wawan Husein.
Pada malam harinya bertempat di Plaza Bale Pare secara bergantian tampil penari Carmencita Palermo (Bologna Italia), Anouk Wilke (Belanda), I Made Sidia dengan Wayang Bali, Didik Nini Thowok dan Lena Guslina. Hari pertama dipungkas penampilan seniwati campursari asal Solo, Enda Laras yang sebelumnya dilakukan pemberian penghargaan kepada Alm. Slamet Gundona pada acara bertajuk Tribute to Slamet Gundono.
Sumber//


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !