Pembangunan pendidikan di daerah belum memusatkan perhatian yang
cukup terhadap program-program peningkatan mutu dan relevansi
pendidikan. Rendahnya kapasitas pemerintah kabupaten/kota dalam
melahirkan kebijakan daerah berkaitan dengan pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan, merupakan permasalahan mendasar dan
memerlukan perhatian serius.
Padahal, permasalahan pendidikan di daerah pada masa mendatang
semakin kompleks. Bukan hanya berorientasi pada perluasan akses dan daya
tampung, tetapi juga peningkatan mutu dan keunggulan pendidikan.
Sementara kemampuan aparat kabupaten/kota dalam menyusun kebijakan,
pengelolaan pembangunan pendidikan, dan penyelenggaraan pendidikan,
masih belum memadai. Akibatnya, antara kebutuhan, potensi, dan
permasalahan pendidikan di setiap daerah berbeda-beda.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai universitas di
bidang pendidikan mencoba memberi jalan keluar melalui Tri Dharma
Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat melalui kerjasama dengan berbagai pemerintah kab/kota dan
provinsi di Indonesia.
Sedikitnya ada sekitar 300 lebih pemerintah kab/kota/provinsi dan
lembaga-lembaga terkait yang melakukan kerjasama kemitraan bidang
pendidikan. Hal itu dikemukakan Penanggungjawab Dialog Nasional
"Meningkatkan Potensi Keunggulan Daerah Menyongsong Generasi Emas 2045",
Dadang Sunendar didampingi Ketua Pelaksana Acara Uyu Wahyudin dan Kabag
Humas Suwatno, saat konferensi pers, Senin (26/5/2014), di Ruang
Teleconference UPI. Jln. Setiabudhi Bandung.
Disampaikan Dadang, kerjasama kemitraan ini pada dasarnya adalah
membantu daerah dalam menyiapkan aparat maupun program-program
pembangunan pendidikan di daerah yang spesifik. Mengingat setiap daerah
mempunyai potensi dan permasalahan pendidikan yang berbeda.
"Tetapi pada umumnya, semua daerah berkeinginan memajukan aparat atau
sumber daya manusia (SDM) dan potensi di daerahnya sehingga UPI sebagai
universita yang berkonsentrasi pada pendidikan melaksanakan amanat Tri
Dharma nya lewat kerjasama," demikian Dadang.
Berkenaan dengan dialog nasional, Uyun Wahyudin mengatakan, Indonesia
akan menyongsong generasi emas pada 2045. Saat ini adalah saat
"menanam" manusia-manusia Indonesia untuk menjadi generasi terbaik
menyongsong generasi emas mendatang.
Dialog akan diikuti oleh seluruh pemerintah kab/kota/provinsi yang
sedang melakukan kerjasama dengan UPI, yaitu 30 pemerintah kab/kota dan 4
pemerintah provinsi. Diharapkan, dengan adanya dialog ini akan
menguatkan kerjasama yang telah terbentuk dan membuka peluang kerjasama
dengan pemerintah kab/kota/provinsi yang belum bekerjasama.
"Ini penting karena bonus demografi Indonesia pada 2045 mendatang itu
apakah akan menjadikan Indonesia sebagai negara besar yang kaya dan
maju atau sebaliknya menjadi negara berpenduduk besar tetapi hanya
menjadi penonton," ujarnya.
Kerjasama yang selama ini dilakukan UPI dengan pemerintah
kab/kota/pronvinsi dan berbagai lembaga, antara lain dengan memberikan
Lesson Study Model pendampingan, program magang, pelatihan, pendidikan,
peningkatan kualifikasi, dan peningkatan kompetensi.
Sumber//
Home »
Pendidikan
» UPI Mengawali Pengembangan SDM Indonesia
UPI Mengawali Pengembangan SDM Indonesia
Written By Unknown on Tuesday, May 27, 2014 | 2:33 PM
Label:
Pendidikan


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !