Rida Yani (37) mengaku
sempat mendengar suara jeritan seorang anak perempuan ketika dirinya
sedang tidur lelap sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (22/6/2014) dini
hari. Rida dan suaminya, Kapten Eko Widodo, tinggal bersebelahan dengan
rumah Letnan Kolonel (Letkol) Inf R Rudy Martiandi, tempat ditemukannya
jasad kakak beradik dan pembantunya di Kompleks TNI AD, Jalan Gudang
Utara No 18, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.
"Iya,
saya sempat mendengar suara pas saya lagi tidur, tapi seperti mimpi.
Saya hanya mendengar suara selintas dalam tidur saya. Kalau di dalam
tidur saya, saya pikir anak-anak saya yang ngigau gitu. Saya merasakan seperti halnya mimpi," kata Rida saat ditemui di TKP, Senin (23/6/2014).
Menurut Rida, suaminya saat itu tengah menonton siaran Piala Dunia. Kapten Eko mengaku tidak mendengar suara itu.
"Suami saya sedang nonton bola, tapi suami saya tidak mendengar suara sama sekali. Anak saya juga enggak mendengar apa-apa. Saya aja yang mendengar samar-samar. Saya pikir suara anak saya yang lagi pada bercanda atau ngigau, seperti mimpi soalnya saya lagi tidur terlelap," kata Rida.
Rida
yakin bahwa suara itu adalah suara Aura (13). Pada Minggu pagi, ketika
banyak orang sudah berkumpul di depan rumahnya, ada dua mantan anak buah
Letkol Rudy, yakni Sertu Slamet dan Praka Agung, masuk ke rumah korban
untuk mengecek.
"Ya, suaranya suara cewek, kayaknya suara anak kecil itu," ujarnya.
"Saya baru sadar dengan suara jeritan anak cewek itu pas pagi-pagi, pas diketahui ada pembunuhan. Saya baru ngeh
dengan suara itu. Saya berpikir, berarti suara jeritan semalam yang
sempat terlintas itu suara anak kecil perempuan itu," tambahnya.
Rida
mengaku tak menaruh curiga sebelumnya atas suara tersebut. Pasalnya,
tidak ada tanda-tanda mencurigakan di rumah Nomor 18 itu. Sehari-harinya
juga kehidupan mereka baik dan aman-aman saja.
"Saya enggak
curiga ada apa-apa dengan suara itu. Soalnya, dari dulu juga keadaan di
rumah sebelah itu baik baik saja, aman-aman saja, anak-anak itu
ceria-ceria aja, enggak pernah ribut-ribut. Kadang-kadang ada
teman-temannya main ke sini. Bahkan, semalam itu, jam 10.00 malam, pintu
rumah tetangga sebelah masih terbuka, masih ada aktivitas, nggak tahu kalau lagi ngapa-ngapainnya, kan anak yang cowoknya (praja) itu semacamnya baru pulang main sama teman-temannya," pungkasnya.
Dari
atap rumah ini pula, mantan anak buah Letkol Rudy, yakni Sertu Slamet
dan Praka Agung, mengetahui Acim, sang pembantu, sudah dalam posisi
menggantung yang masuk lewat atap rumah sebelah.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !