Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta George Toisutta angkat
bicara mengenai beredarnya surat rekomendasi pemecatan Prabowo Subianto
saat menjabat Pangkostrad Letnan Jenderal dari Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia (ABRI). George menyayangkan bocornya surat Dewan
Kehormatan Perwira tersebut.
George menyarankan agar bocornya dokumen itu ditanyakan kepada Kepada
Badan Intelejen Negara (KaBIN) Marciano Norman. Namun, soal siapa yang
melakukannya, dia mengaku tidak tahu.
"Kamu tanya Pak Marciano lah. Komentarnya sama dengan Pak Marciano,
tidak boleh bocor," kata di Rumah Polonia, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Selain itu, mantan Kepala staf TNI Angkatan Darat (Kasad) tersebut
mengaku bahwa timnya tidak ada niatan untuk membentuk tim penyelidik
khusus atas beredarnya surat tersebut. Sebab, menurutnya hal itu
merupakan tugas yang harus dilakukan negara.
"Nggak ada kerjaan kok bentuk tim khusus. Itu kerjaannya bukan dari kami. Tugas pemerintah," ujarnya.
George menambahkan, atas beredarnya surat DKP tersebut Prabowo merasa
tidak dirugikan. Sebab, dia mengaku pihaknya bergerak dengan hati yang
bersih dalam perhelatan Pilpres 9 Juli nanti.
"Menurut Prabowo kita bergerak dengan hati yang bersih dan pikiran
yang jernih, tutur kata dan sikap lelaki yang sopan santun. Karena kita
mengajarkan dan memberi contoh pada seluruh masyarakat Indonesia bahwa
Indonesia dari dulu bangsa yang ramah tamah dan beretika," ujarnya.
Ketika disinggung apakah ungkapan tersebut menyebut pihak penyebar
surat DKP tidak beretika? "Saya tidak berbicara, anda yang menilai,"
ucapnya.
Walau demikian, George menegaskan dirinya belum mengetahui apa yang
dilakukan kubu Prabowo-Hatta selanjutnya lantaran kebocoran surat
tersebut. Sebab, dia mengaku hal itu kewenangan Ketua Tim Pemenangan
Prabowo-Hatta, Mahfud MD.
"Itu bidangnya Pak Mahfud. Bidang saya itu suka-suka dan rela-rela atau relawan," terangnya sambil tertawa.
Bahkan, dia menyampaikan pesan kepada pendukung calon presiden
Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa, agar tidak
mengumbar aib seseorang. "Dalam agama diajarkan, kalau kita tahu aib
orang, tutup aib itu," katanya.
George pun kemudian mengingatkan pendukung Prabowo-Hatta agar menjaga
hati tetap bersih, berfikiran jernih. Jika hal tersebut dijalankan,
maka ucapan yang keluar akan baik dan perilaku pun tetap santun.
"Tidak boleh ada yang negatif dalam benak kita. Kita juga jangan
membalas, kalau ada yang menjelakan, kalau kita balas berarti kita sama
kayak orang yang menjelekan," tuturnya.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !