Menteri Luar Negeri Australia Julie
Bishop menyampaikan pesan Ramadan bagi umat muslim di negaranya dan di
seluruh dunia. Melalui siaran pers yang dikirim oleh Kedutaan Besar
Australia di Jakarta pada Jumat 27 Juni 2014, dia menyebut Ramadan adalah waktu untuk refleksi dan memperbarui diri sendiri.
"Dengan berpuasa dan berbuat amal, kaum muslim juga diingatkan kepada mereka yang bernasib kurang beruntung," ujar Bishop.
Bagi Negeri Kanguru, lanjut Bishop, bulan Ramadan, adalah
kesempatan penting untuk menghormati kontribusi penting terhadap sesama
saudara muslim.
"Muslim di Australia terbukti telah membantu untuk membangun negara
ini menjadi lebih beragam, produktif dan sejahtera demi kebaikan kita
semua," kata dia.
Bishop mengatakan, di bulan Ramadan ini, bisa dijadikan momen untuk
meningkatkan rasa kepedulian terhadap kaum muslim di Timur Tengah.
"Doa saya akan selalu menyertai mereka dan saya berharap akan ada
celah perdamaian. Bulan Ramadan ini merupakan pesan toleransi, kasih dan
pengharapan. Sebuah pesan universal yang dapat dibagikan oleh semua
orang," kata Bishop.
Kelompok muslim di Australia merupakan satu dari 60 grup etnis yang
ada di Negeri Kanguru. Bahkan, diprediksi jumlahnya akan terus
meningkat.
Harian The Australia, melansir jumlah kaum muslim di
Negeri Kanguru akan meningkat dari 399 ribu menjadi 714 ribu di tahun
2030 mendatang. Data dari laman resmi Parlemen Australia menyebut,
kebanyakan kaum muslim di sana merupakan imigran yang datang dari
seluruh dunia, khusus dari Lebanon, Turki, Bangladesh dan Kepulauan
Fiji.
Di Australia, bulan Ramadan mulai diperingati pada Minggu 29 Juni 2014. Sama seperti di Indonesia.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !