"Semuanya harus legowo, dari dulu kami dengar di setiap debat, para
kandidat selalu bilang kami siap menang kami siap kalah. Nah skarang
lah dituntut bukti," kata Din di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah,
Jakarta, Kamis 10 Juli 2014.
Dia juga berharap proses rekapitulasi betul-betul dilakukan dengan
jujur, adil, bertanggung jawab, profesional, transparan dan tidak ada
intervensi. "Selama mereka (penyelenggara pemilu) tidak jujur dan ada
intervensi membuka peluang bagi konflik di tubuh bangsa ini," ujar Din.
Terkait masalah adanya perbedaan hasil penghitungan cepat pada
beberapa lembaga penelitian, Din mengatakan bahwa permasalahan tersebut
harus segera diselesaikan. Dia mengatakan, lembaga-lembaga yang merilis
hasil berbeda akan segera diaudit oleh lembaga kode etik yang
menaunginya.
Dia berharap hasil audit itu akan dipublikasikan kepada masyakat
luas. Karena adanya perbedaan itu menimbulkan potensi masalah, sehingga
kedua pasangan calon presiden-wakil presiden saling mengklaim
kemenangan.
"Seharusnya pemenang harus satu, jika ada perbedaan pasti ada yang
salah. Tapi kalau nanti ada lembaga survei yang tidak benar, harus
diberi sanksi," kata Din.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !