Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) TNI, Mayjen Fuad Basya,
membantah pemberhentian masa jabatan Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD),
Jenderal Budiman yang lebih cepat lantaran terkait Pemilihan Presiden
(Pilpres) 2014.
Dia memastikan, pemberhentian itu lantaran memang sudah sesuai dengan umur Jenderal Budiman yang memasuki usia pensiun.
"Tidak
ada kaitannya dengan Pilpres. Pak Budiman itu mau pensiun, tinggal dua
bulan lagi. Saya kira wajar saja," kata Fuad kepada Okezone.
Fuad
juga menjelaskan, dua bulan merupakan waktu yang juga diberikan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar Budiman bisa beradaptasi
dengan masyarakat.
"Harusnya dia (Jenderal Budiman) berterima
kasih karena diberikan waktu untuk adaptasi dengan masyarakat setelah 40
tahun berada di lingkungan militer," terangnya.
Fuad
menambahkan, tidak ada yang salah dengan sikap maupun etik Budiman
lantaran memang sudah saatnya dia melepaskan jabatan dengan ikhlas.
"Enggak
ada yang salah ko. Pak Budiman sudah pantas diajukan berhenti oleh
presiden. Enggak ada yang salah, wajar-wajar saja," tukasnya.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !