Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » » Sehat dengan Olahraga Lari Asal Tidak Berlebihan dan Selalu Minum Air Lebih Banyak

Sehat dengan Olahraga Lari Asal Tidak Berlebihan dan Selalu Minum Air Lebih Banyak

Written By Unknown on Sunday, July 20, 2014 | 9:37 AM

OLAHRAGA lari memang sudah dikenal memberi banyak manfaat kesehatan pada pelakunya. Asalkan, jika olahraga lari tidak dilakukan berlebihan

dr Hario Tilarso, spesialis kesehatan olahraga dari RS Premier Bintaro menjelaskan, memaksa tubuh untuk meraup keuntungan dari berlari ialah pandangan yang keliru.

"Kalau kita dari pagi ke malam sudah bekerja, terus ngotot berolahraga lari biar sehat, itu malah bisa membahayakan tubuhnya. Efeknya apa saja? Bisa pingsan karena kehabisan tenaga, bisa juga serangan jantung akibat jantung 'kaget' mendadak diforsir," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut, dr Hario mencontohkan bahwa atlet lari juga sudah terukur untuk melakukan olahraga tersebut. Misalnya saja, dari segi frekuensi latihan. 

"Intinya semua olahraga, sekalipun atlet, ada 'dosis' latihannya sendiri. Pembimbingnya masih sudah mengukur ketahanan tubuh si atlet, bukan asal. Yang ada badan bisa jebol (jatuh sakit-red). Dan, ini juga berlaku bagi mereka yang belum terbiasa berlari, tapi berlebihan saat berlari," tegasnya.

Lantas apa patokan olahraga lari sudah berlebihan? Menurutnya, semua orang punya batasan daya tahan tubuh sendiri. Sebagai gambaran, di lengannya para atlet suka menempelkan pencatat denyut nadi. Mereka sebelumnya sudah dikasih tahu pelatihnya tentang batasan kekuatan yang bisa dilakukan.
 
“Anggaplah 140, ketika mereka berlari denyutnya sudah 140, berarti intensitas larinya harus diturunkan. Kalau saat dicek masih 130, berarti masih 'aman', dan masih boleh lanjut lari," tutupnya.

KUNCI penting saat berolahraga lari adalah mencukupi cairan yang dibutuhkan tubuh. Namun, berapa jumlah ideal yang harus dikonsumsi?

dr Hario Tilarso, spesialis kesehatan olahraga dari RS Premier Bintaro menegaskan, tidak ada angka khusus untuk jumlah kebutuhan air minum saat berlari. Kebutuhan air sebenarnya tergantung dari jarak lari yang diambil dan keluarnya keringat.

"Bagi orang yang rajin olahraga, kan pasti keringat yang keluar lebih banyak dibanding pemula karena faktor metabolisme. Nah, yang rajin lari ini minumnya harus lebih banyak," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, jarak juga bisa dijadikan patokan seberapa banyak air yang harus dikonsumsi. Jika jarak yang ditempuh untuk berlari sangat jauh, maka seseorang harus mengonsumsi air lebih.
" Kebutuhan orang berbeda-beda. Jika jarak larinya jauh, pelari harus meminum banyak air," simpulnya.

Sumber//



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya