Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu
dengan presiden terpilih, Joko Widodo, Rabu malam, 27 Agustus 2014.
Pertemuan kedua tokoh itu digelar di Balai Raya A, The Laguna Resort and
Spa, Nusa Dua, Bali.
SBY tiba lebih awal di ruang pertemuan
sekitar pukul 20.45 WITA. Didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia
Bersatu II, SBY yang mengenakan kemeja batik abu-abu menunggu kedatangan
Jokowi.
Selang lima menit kemudian, giliran Jokowi tiba di ruang
pertemuan. Didampingi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Jokowi
tampil sumringah dengan mengenakan kemeja batik cokelat. Namun, mantan
wali kota Solo itu belum mau berkomentar.
Kedatangan Jokowi
disambut hangat SBY. Keduanya berjabat tangan erat, sambil membiarkan
para juru kamera mengambil gambar beberapa saat. Setelah itu, SBY
mengajak Jokowi masuk ruangan yang cukup besar, duduk dan berbincang
empat mata di meja bundar.
Pertemuan perdana presiden petahana
dengan presiden terpilih itu mundur satu jam dari jadwal yang telah
direncanakan sebelumnya sekitar pukul 20.00 WITA. Pertemuan kedua tokoh
itu berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA.
Keduanya berbincang selama lebih kurang dua jam. Sejumlah persoalan dibahas SBY dan Jokowi secara intens.
"Dalam
pertemuan pertama kami yang berlangsung dua jam, telah kami bicarakan
secara konstruktif hal-hal penting yang berkaitan dengan agenda
kenegaraan dan kepemerintahan akhir 2014 dan 2015," kata SBY saat
menggelar konferensi pers di Nusa Dua, Bali.
Antara lain
mempersiapkan transisi pemerintahan yang akan dilaksanakan pada 20
Oktober mendatang dan membicarakan kebijakan serta program pemerintah
yang tengah berjalan, termasuk RAPBN 2015 dan APBN-P 2014.
"Kami
bersepakat apa yang kami bicarakan malam ini, lebih lanjut akan
ditindaklanjuti pembicaraan secara lebih teknis antara tim transisi Pak
Jokowi dengan jajaran pemerintahan yang ada saat ini," ungkapnya.
Dengan
dibukanya pintu komunikasi antara SBY dan Jokowi dalam rangka transisi
kepemimpinan, Presiden mempersilakan kepada tim transisi yang telah
dibentuk Jokowi untuk berkonsultasi dengan pemerintah.
"Tim transisi Pak Jokowi sudah dapat berkomunikasi secara resmi dengan jajaran pemerintah yang saya tugaskan," ujarnya.
Dalam
pertemuan empat mata ini, SBY memberikan banyak kesempatan kepada
Jokowi untuk menyampaikan pandangan dan pemikirannya untuk Indonesia ke
depan. Sekaligus, menyampaikan hal-hal yang ingin Jokowi ketahui,
khususnya yang berkaitan dengan agenda pemerintah dan negara yang sedang
berlangsung.
"Saya juga menyampaikan pandangan dan pemikiran,
menginformasikan secara utuh dan lengkap agar kelak Pak Jokowi siap
dengan kesiapan yang tinggi," paparnya.
Bukan Forum Negosiasi
SBY
telah berkomitmen akan membantu pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla,
sebagaimana disampaikan dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR RI, pada
15 Agustus 2014. SBY menekankan siap membantu transisi pemerintahan
Jokowi.
"Ini tradisi baik di era demokrasi dan akan membawa kebaikan di masa mendatang," terang SBY.
Presiden
menambahkan, pertemuan dengan Jokowi akan dilanjutkan dengan pertemuan
lanjutan yang akan membahas persoalan-persoalan yang lebih teknis. "Ini
pertemuan pertama dan akan ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya,"
imbuhnya.
Presiden SBY menegaskan, pertemuannya dengan Jokowi
bukan merupakan ajang tawar-menawar politik. Dia memastikan pertemuan
kali ini membahas agenda penting yang menyangkut transisi kepemimpinan
mendatang.
"Ini bukan forum negosiasi. Kita mengikuti sistem dan tatanan yang berlaku. Tapi, Alhamdulillah pikiran kita klop. Kita ingin melaksanakan transisi ini sebaik-baiknya," tegas SBY.
Tindak Lanjut Jokowi
Sementara
itu, presiden terpilih, Joko Widodo, juga menyambut baik pertemuannya
dengan Presiden SBY di Bali tersebut. Sejak dikukuhkan kemenangan
Jokowi-Jusuf Kalla oleh Mahkamah Konstitusi, 21 Agustus 2014, Jokowi
memang berniat bertemu SBY.
Menurut
Jokowi, pertemuannya dengan SBY merupakan tradisi baru dalam transisi
kepemimpinan dari pemerintahan SBY-Boediono kepada Jokowi-Jusuf Kalla.
"Kami ingin agar ada sebuah kesinambungan dari pemerintahan sekarang
kepada yang baru," kata Jokowi.
Jokowi, yang masih menjabat
gubernur DKI Jakarta itu, mengaku banyak meminta pandangan dan pemikiran
dari SBY, terutama yang berkaitan dengan APBN 2015. Meski belum terlalu
detail, Jokowi memastikan, pertemuan ini akan ditindaklanjuti oleh tim
transisi yang sudah dibentuk.
"Nantinya, teknis lebih detailnya akan ditindaklanjuti tim transisi dengan kementerian-kementerian yang ada," terang Jokowi.
Jokowi
merespons positif pertemuan pertamanya sebagai presiden terpilih dengan
Presiden SBY. Dengan pertemuan ini, Jokowi berharap dapat secepatnya
menyiapkan pemerintahan yang akan datang.
"Ini merupakan sebuah
awal agar secepatnya kami bisa mempersiapkan, merencanakan, sehingga
kesinambungan pemerintahan betul-betul bisa berjalan dengan baik dan
tradisi baru di Indonesia dari pemerintah sekarang ke yang baru
nantinya," paparnya.
SBY juga punya harapan, pertemuan dengan
Jokowi kali ini dapat menjadi tradisi yang baik dalam prosesi
kepemimpinan bagi masyarakat, dan memberikan makna bagi pemerintah.
Harapannya, pada 20 Oktober mendatang, Yudhoyono dapat menyerahkan
jabatannya kepada Jokowi dengan baik dan terhormat.
"Saya senang
sekali, saya kira Pak Jokowi juga demikian. Pikiran kami jernih, kami
punya sumpah dan tekad yang sama, berbuat terbaik untuk rakyat
Indonesia. Oleh karena itu, beri kesempatan kami berdua melakukan
konsultasi, komunikasi lanjutan dalam konteks transisi pemerintahan
ini," ujar SBY.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !