Fenomena indah Supermoon kembali
muncul. Sepanjang malam hingga dini hari tadi, menjadi penampilan
Supermoon yang kedua sepanjang tahun ini.
Supermoon pertama muncul pada 12 Juli lalu. Namun, Supermoon
semalam lebih indah dari sebelumnya. Penampilan bulan lebih terang 30
persen dari tampilan bulan sebelumnya. Semalam posisi bulan dilaporkan
14 persen lebih dekat dari biasanya, menjadi posisi terdekat bulan.
Fenomena ini muncul ketika bulan terlihat penuh dalam satu hari, saat bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi (Perigee).
Tak heran, tampilan bulan tampak lebih indah di berbagai belahan
dunia. Misalnya di Langit Mosta, Malta. Pada 10 Agustus waktu setempat,
Supermoon tampak jingga kemerah-merahan di tengah luncuran kembang api.
Supermoon yang muncul di langit Suwon, Korea Selatan tak kalah indah. Bulan tampak begitu besar.
Penampilan langka Supermoon itu sontak menjadi perhatian warga di
berbagai belahan dunia. Warga di Monterrey, Meksiko menikmati tampilan
Supermoon di tengah gemerlap kota.
Supermoon juga menjadi latar belakang yang indah, dengan paduan langit biru di belakang Jembatan Oberbaum, Berlin Jerman.
Supermoon ke-2 dari tiga rangkaian fenomena bulan terang tahun ini.
Bagi Anda yang terjaga sepanjang malam
tadi, tentunya bisa menyaksikan fenomena Supermoon. Masih belum puas
dengan tampilan Supermoon semalam?
Jangan khawatir, kosmonot Rusia memberikan foto fenomena bulan yang bersinar lebih terang itu dari luar angkasa.
Melansir RT.com. Senin 11 Agustus 2014, tak kalah indahnya
dengan tampilan Supermoon dilihat dari Bumi, potret Supermoon dari luar
angkasa juga begitu indah. Ia mengambil gambar dari Stasiun Luar
Angkasa Internasional (ISS).
Kosmonot Oleg Artemyev mem-posting serangkaian gambar
indah Supermoon melalui akun Twitternya. Artemyev menyebut fenomena itu
dengan "Supermoon moonset". Artemyev juga mengunggah foto Supermoon itu
di situs pribadinya.
Tampak Supermoon terang dengan warna kontras atmosfer Bumi. Foto
juga menampilkan bagaimana saat Supermoon terhalang oleh atmosfer Bumi.
Fenomena Supermoon semalam juga
dinilai sebagai penampilan bulan yang paling sempurna pada 20 tahun
terakhir. Laman menyebutkan Bulan semalam tampak 14 persen lebih dekat
dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama normal. Hal ini
dikarenakan, posisi bulan mencapai jarak terdekat dengan Bumi, yaitu 50
ribu kilometer. Posisi ini disebut dengan "Perigee", sedangkan posisi
bulan terjauh dengan Bumi dikenal sebagai "Apogee".
Fenomena Supermoon semalam merupakan Supermoon ke-2 dari tiga
rangkaian fenomena bulan terang yang terjadi tahun ini. Supermoon
sebelumnya terjadi pada 12 Juli lalu.
"Ini adalah Supermoon yang paling super," ujar Ilmuwan Badan Antariksa AS (NASA), Noah Petro dilansir Space.com. Petro bahkan menyebutkan Supermoon ini tampak seperti dua bulan purnama yang sangat dekat pada tahun ini.
"Supermoon spektakuler lainnya tak sedekat ini," ujarnya.
Lebih khusus lagi Supermoon itu diiringi dengan fenomena mempersona lain yaitu hujan meteor Perseid.
Hujan meteor ini merupakan peristiwa tahunan yang disebutkan
mengalami puncaknya di bulan Agustus, tepatnya pada 9 dan 14. Dalam
hujan meteor itu sedikitnya ada 90 sampai 100 meteor cerah muncul setiap
jam.
Dr. Bill Cooke, pakar dari Meteoroid Environment Office NASA menyebutkan kilau hujan meteor itu seterang Jupiter dan Venus.
Sumber hujan meteor itu merupakan komet Swift-Tuttle, yang
melintasi bagian dalam Tata Surya setiap 133 tahun dan kemudian
meninggalkan jejak debu serta pasir. Saat puing debu menyentuh atmosfer
Bumi, maka menghasilkan kilatan cahaya terang.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !