Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » » Allah SWT Menurunkan Tiga Azab dari Tiga Arah Kepada Manusia

Allah SWT Menurunkan Tiga Azab dari Tiga Arah Kepada Manusia

Written By Unknown on Friday, September 5, 2014 | 5:27 PM

ADA dua macam cobaan dari Allah SWT untuk manusia.
Kesatu disebut musibah. Menimpa orang-orang beriman, yang sedang diuji nilai keimananannya dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, dan gagal panen. Ketika mendapat musibah itu, mereka mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun (Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya)". Orang-orang tersebut yang akan mendapat ampunan, rahmat, serta petunjuk Allah SWT (Q.S. Albaqarah: 155-157).

Kedua, disebut azab. Menimpa setiap orang, baik beriman atau kafir, yang hidup bergelimang kemaksiatan. Selalu melanggar larangan Allah SWT dan mengabaikan perintah-Nya. Azab selalu datang mendadak.
"Dan sesudah mereka melupakan semua peringatan, Kami membukakan berbagai pintu kesenangan, sehingga mereka asyik bersuka ria, maka Kami menimpakan siksaan amat mendadak...." (Q.S. Al Anam : 44).

Syekh Abdullah at Talidzi, dalam kitabnya Ashabul Halakiul Umam was Sunatillahi fi Qowmul Mujrimin wal Munhafirin (1998) menjelaskan, Allah SWT menurunkan azab kepada manusia dari tiga arah dan dalam tiga bentuk.

Pertama al adzabu min fawqi. Azab dari atas, seperti, hujan lebat, petir menggelegar, awan panas, dan kemarau panjang.
Kedua, al adzabu min tahti. Azab dari bawah, seperti gempa bumi, longsor, gunung meletus, dan tanah terbelah.
Ketiga, al adzabu yalbisakum syiya-an. Berupa pertengkaran antara sesama manusia. Dipicu oleh perbedaan paham, saling klaim kebenaran, saling tuding, curang-mencurangi, khianat-mengkhianati, terus-menerus mempersoalkan kekalahan atau kemenangan, merasa paling jujur dan adil. Menganggap orang lain zalim dan salah, dsb. Sehingga menimbulkan huru-hara yang meresahkan khalayak.

Tak ada yang mampu mengatasi menjadi wasit atau hakim yang dapat meredakan keadaan. Kalaupun ada, tetap saja tak berhasil. Sebab yang digunakan menghakimi dan menghukum, masih hukum buatan mereka sendiri, yang dapat dipermainkan, diatur-atur tergantung keinginan pribadi. Bukan hukum yang adil dan bijaksana buatan Allah Ahkamul Hakimin, yang mengandung sanksi berat di dunia dan akhirat.

Termasuk yang menjalankan hukum tersebut. Terdiri dari manusia biasa, yang belum teruji keimanan, ketakwaan, dan ketaatannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Maka wajar saja jika keputusan-keputusannya tetap dicurigai mengandung unsur patgulipat, persekongkolan untuk memenangkan satu pihak dan mengalahkan pihak lain.

Ketiga model azab tersebut sudah nyata di depan mata. Maka sudah saatnya, umat Islam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, agar selamat dari azab-azab itu, serta mendapat perlindungan agar selamat di dunia dan akhirat.

Sumber//
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya