Jabal Uhud atau Bukit Uhud merupakan lokasi wajib kunjung jemaah calon
haji Indonesia ketika menginjakkan kaki di Madinah. Jabal Uhud berjarak
sekitar 5 km dari pusat kota Madinah.
Posisinya berada pada
pinggir jalan lama Madinah-Mekah. Jabal Uhud berdiri sendiri. Padahal
umumnya bukit di Madinah berbentuk sambung menyambung. Karena itulah,
penduduk Madinah menyebutnya Jabal Uhud yang artinya bukit menyendiri.
Di
lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara 700 kaum muslimin
melawan 3.000 kaum musyirikin. Sebanyak 70 syuhada gugur, di antaranya
Hamzah bin Abdul Muthalib.
Saat itu Nabi Muhammad SAW
memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh,
sehingga ada satu liang kubur yang berisi beberapa syuhada. Kecintaan
Rasulullah SAW pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu
menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah
satu tempat penting untuk diziarahi.
Ketika memasuki areal Jabah Uhud dianjurkan memberi salam kepada para syuhada Uhud serta mendoakannya.
Perang
di kawasan Uhud, bermula dari keinginan balas dendam kaum kafir Quraisy
seusai kekalahan mereka dalam Perang Badar. Mereka berencana menyerbu
umat Islam yang ada di Madinah. Peristiwanya terjadi pada 15 Syawal 3 H,
atau sekitar bulan Maret 625.
Menghadapi rencana penyerbuan
tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan barisan pasukan muslimin
menyongsong kaum kafir itu di luar Kota Madinah. Strategi pun disusun.
Sebanyak 50 pasukan pemanah, yang langsung dipimpin Rasullah SAW
ditempatkan di atas Jabal Uhud. Mereka diperintahkan menunggu di bukit
tersebut, untuk melakukan serangan apabila kaum Quraisy menyerbu,
terutama pasukan berkudanya. Sedangkan pasukan lainnya, menunggu di
celah bukit.
Dalam perang dahsyat itu pasukan Muslimin sebenarnya
sudah memperoleh kemenangan yang gemilang. Namun, kemenangan tersebut
berbalik menjadi kisah pilu, karena pasukan pemanah kaum Muslimin yang
tadinya ditempatkan di Bukit Uhud, tergiur barang-barang kaum musyrikin
yang sebelumnya sempat melarikan diri. Melihat kaum musyrikin melarikan
diri dan barang bawaannya tergeletak di lembah Uhud, pasukan pemanah
meninggalkan posnya dengan menuruni bukit. Padahal, sebelumnya
Rasulullah saw telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan Bukit
Uhud, walau apa pun yang terjadi.
Adanya pengosongan pos oleh
pemanah tersebut digunakan oleh panglima kaum musyrikin, Khalid bin
Walid (sebelum masuk Islam) untuk menggerakkan kembali tentaranya guna
menyerang umat Islam. Khalid bin Walid ini, sebelumnya memang
digambarkan sebagai seorang ahli strategi yang memimpin tentara berkuda.
Akibat
serangan balik tersebut, umat Islam mengalami kekalahan tidak sedikit.
Sebanyak 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada. Termasuk paman
Rasulullah saw, Hamzah bin Abdul Muthalib. Rasulullah saw sangat
bersedih atas kematian pamannya tersebut.
Dalam pertempuran itu,
Rasulullah SAW juga mengalami luka-luka yang cukup parah. Bahkan,
sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai pelindung Rasulullah saw, gugur
dengan tubuh dipenuhi anak panah.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !