Tiap pagi, Pipin (58), sibuk sendiri. Janda tua ini membersihkan kandang
kambing yang juga gubuk reyotnya. Untuk makan sehari-hari, ia
mengandalkan kepedulian warga.
Mak Pipin, demikian Pipin biasa
dipanggil, tinggal di Kampung Cipurut, RT 23/07 Desa Gunungenut,
Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Sudah setahun ini, ia hidup
seatap bersama 4 kambing di gubuk berukuran 4x5 meter.
Mak Pipin
jadi sebatangkara setelah ditinggal mati suaminya 23 tahun silam. Ia
dipercaya adiknya, Tisah (45), mengurusi kambing.
Sehari-hari,
Mak Pipin tidur beralaskan tikar. 'Kamar' tidurnya berhadapan langsung
dengan ruang dapur yang juga kandang kambing.
"Tiap pagi sudah
menjadi rutinitas buat bersihin kotoran kambing. Jangankan uang untuk
membuat kandang, memperbaiki gubuk saya ini saja uang tidak ada. Padahal
beberapa bagian atap sudah diganjal pakai bambu oleh warga agar tidak
rubuh," ungkap Mak Pipin saat ditemui pada Kamis (11/9/2014).
Beberapa
warga sekitar peduli dengan nasib Mak Pipin. Mereka memberi makan janda
itu ala kadarnya. Selain dari warga, Mak Pipin kadang dikirim makanan
oleh adiknya.
Sebenarnya, Mak Pipin memiliki seorang anak.
Namanya Hendi (28). Sejak kecil, anak semata wayang itu dibesarkan sang
adik. Setelah menikah, ia meninggalkan kampung.
"Dia bersama istrinya," kata Mak Pipin.
Tak
banyak keinginan Mak Pipin. Ia sudah cukup bersyukur bisa hidup di
tengah kesulitan. Namun ia berharap pemerintah memperhatikan nasib
orang-orang seperti dirinya.
Sumber//
Home »
Seputar Padjajaran
» Janda Tua Rela Tinggal di Gubuk Bersama Kambing Titipan
Janda Tua Rela Tinggal di Gubuk Bersama Kambing Titipan
Written By Unknown on Friday, September 12, 2014 | 1:59 PM
Label:
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !