Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan merotasi dan mutasi jabatan
eselon II atau sekelas kepala dinas, Selasa (23/9/2014). Rotasi terhadap
dua belas kepala dinas tersebut dilakukan sebagai penyegaran di jajaran
Pemkot Bandung.
"Para kepala dinas hanya mutasi dan rotasi, tapi
ada satu dinonaktifkan dan jabatan Satpol PP dikosongkan sementara
karena akan dijabat oleh anggota TNI dari Kopassus," ujar Emil,
panggilan akrab Ridwan Kamil, di Balai Kota, Senin (22/9/2014).
Emil
mengatakan, selain untuk penyegaran, mutasi dan rotasi itu juga sebagai
evaluasi bagi pejabat yang tidak mencapai target dalam perbaikan
pelayanan masyarakat dan pembangunan fisik yang diberikan di masa
kepemimpinannya selama satu tahun ini.
"Jadi, dalam setahun saya
memberikan target-target dan belum terkejar. Selain itu ada yang secara
pribadi tidak memungkinkan. Jadi ini sudah melalui analisis
komprehensif," ujarnya.
Menurut Emil, kepala dinas yang baru
memiliki kewajiban membereskan semua program sesuai dengan target tahun
kedua. "Jabatan Kasatpol PP dipercayakan kepada Kopassus dengan harapan
mampu menyelesaikan masalah di Kota Bandung, khususnya penegakan perda
dan menjaga ketertiban," ujar Emil.
Emil mengatakan, yang akan
menjabat Kasatpol PP adalah Mayor Chaerul Anam, perwira terbaik di
Kopassus Batujajar. "Kasatpol PP belum dilantik Selasa ini karena masih
menunggu surat izin kesatuannya," ujar Emil.
Selain merotasi
jajaran eselon II, Emil juga mengganti ajudan Alfa, oleh Karpati. "Saya
ganti ajudan karena tidak bisa mengikuti irama kerja dan semua kegiatan
yang cukup padat," ujar Emil.
Emil mengaku sering jalan sendirian
di tengah malam tanpa ditemani ajudan. "Ajudan harus disiplin dan
mengikuti terus kegiatan. Ini mah saya sering jalan sendiri.
Mudah-mudahan ajudan sekarang kuat dan mampu," ujar Emil sambil
memperkenalkan ajudan barunya.
Emil juga berjanji, setelah
eselon dua, pekan depan akan melakukan mutasi rotasi dan mengganti para
camat dan lurah. "Camat dan lurah tidak sekadar dirotasi, tapi ada yang
diganti. Memberikan kesempatan kepada yang lain untuk jabatan promosi,"
ujar Emil.
Kegagalan Kaderisasi
Adanya mutasi rotasi eselon
II di jajaran Pemkot Bandung dan diangkatnya Kepala Satpol PP Kota
Bandung oleh perwira Kopassus mendapat tanggapan dari beberapa anggota
DPRD Kota Bandung.
Ade Fahruroji dari Fraksi Hanura mengatakan, Wali
Kota harus mengkaji rekam jejak pejabat yang akan dirotasi atau
dimutasi berdasar informasi yang utuh dan valid. "Tanpa kajian rekam
jejak, harapan peningkatan kinerja dengan adanya rotasi dan mutasi ini
sulit didapatkan," ujar Ade.
Bahkan menurut Ade, sangat mungkin
pejabat yang baru ditempatkan memiliki integritas profesional dan
integritas moral lebih rendah ketimbang pejabat yang digantikan.
Berkaitan
dengan jabatan Kasatpol PP yang ditempati oleh perwira Kopassus, Ade
mengatakan, ini membuktikan kegagalan kaderisasi di tubuh Pemkot Bandung
atau Wali Kota gagal melihat kompetensi yang dimiliki oleh birokrat
yang ada.
Menurut Ade, logika sederhananya, dari ribuan PNS di
lingkungan Pemkot, dalam pandangan Wali Kota tidak ada yang memiliki
kapabilitas untuk mengisi jabatan Kasatpol PP. "Di tengah pendekatan
humanistis yang kini banyak diadopsi oleh banyak pemerintah daerah dalam
penegakan perda seperti disimbolkan dengan tampilnya Pol PP cantik, apa
tidak kontradiktif dengan penempatan seorang perwira militer," tanya
Ade.
Ade mengatakan, seandainya Wali Kota tidak melihat adanya PNS
yang memiliki kapabilitas untuk posisi Kasatpol PP dan juga melihat
tingkat kesulitan yang tinggi dalam penegakan perda hingga memilih
perwira militer untuk memimpin Satpol PP, maka Kasatpol yang berasal
dari militer tersebut harus siap berada di kultur demokrasi, tidak lagi
berada dalam kultur komando.
Aan Andi Purnama dari Fraksi Demokrat
mengatakan, reformasi birokrasi yang dijanjikan Ridwan Kamil dirasa
belum menyentuh akar persoalan. "Rotasi dan mutasi terkesan hanya
melaksanakan kewajiban biasa, padahal permasalahan kepegawaian di
jajaran Pemkot Bandung sudah sangat tidak sehat," ujar Andi.
Menurut
Andi, banyak pelanggaran terjadi dalam sistem kepegawaian, tapi
dibiarkan tanpa ada perbaikan. Rotasi, kata Andi, terkesan tebang pilih,
banyak pejabat yang dalam menduduki jabatannya sudah lebih dari 5 tahun
tapi tidak di rotasi. Padahal itu jelas bertentangan dengan UU No 5
Tahun 2014 tentang aparatur sipil nasional.
Andi mengatakan
kesalahan penempatan kepegawaian yang paling serius adalah penetapan
promosi jabatan yang tidak didasarkan dengan sistem senioritas dan merit
system sehingga ada pejabat yang baru bergolongan III/C tapi bisa
membawahkan pejabat lainnya yang menjadi anak buahnya yang bergolongan
IV/A.
Menanggapi jabatan Satpol PP oleh anggota Kopassus, Andi
mengaku belum tahu apa pertimbangan Kasatpol PP harus dari TNI. "Saya
tahunya TNI dan Satpol PP berbeda, TNI urusannya pertahanan dan
keamanan, sedangkan Satpol PP urusan ketenteraman dan ketertiban," ujar
Andi.
Sumber//
Home »
Seputar Padjajaran
» Kepala Satpol PP Kota Bandung Akan di Jabat oleh Perwira Kopassus
Kepala Satpol PP Kota Bandung Akan di Jabat oleh Perwira Kopassus
Written By Unknown on Tuesday, September 23, 2014 | 2:43 PM
Label:
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !