Padahal, sebenarnya
hidangan berbahan dasar kambing di Indonesia sangat banyak. Hampir
setiap provinsi memiliki kuliner olahan kambing yang cita rasanya tak
kalah lezat.
Salah satu yang bisa jadi
pilihan adalah Rabeg, masakan berkuah seperti semur yang rasanya pedas
namun segar. Hidangan tersebut merupakan menu khas asal Banten yang
hingga kini masih banyak diminati.
Konon, hidangan ini
adalah menu istimewa kesukaan Raja Banten, Sultan Maulana Hasanuddin.
Soal nama, banyak yang mengatakan, nama Rabeg berasal dari julukan
sebuah kota bernama Rabiq, yang terletak di tepi Laut Merah, Arab Saudi.
Untuk membuatnya, bahan utamanya bisa beragam tak melulu daging.
"Banyak orang memilih
membuat rabeg dengan daging kambing, tapi saya memilih jeroan," ujar
Aulia Rohman, pengusaha kuliner sukses asal Banten, ditemui di acara Bango Sambut Perayaan Idul Adha, di Jakarta Pusat, Selasa, 23 September 2014.
Aulia, adalah generasi
ketiga pemilik Rumah Makan Rabeg Khas Serang, Haji Naswi (Magersari).
Sebuah rumah makan yang berada di Jalan Mayor Syafe'i, Serang, Banten.
Usaha kuliner tersebut
pertama kali dirintis oleh nenek Aulia, Hajah Jenah pada 1975 di emperan
kaki lima Jalan TB Buang. Namun sejak 1982 tempat makan itu pindah ke
area Pasar Rau Serang, dan mulai dikelola secara modern oleh ayah Aulia,
Haji Naswi.
"Sampai sekarang saya masih memakai resep orangtua karena itu amanat," ujarnya.
Ia juga mengatakan tidak mengubah sedikit pun bahan utama dan cara pembuatan Rabeg keluarga. Tujuannya, agar ciri hidangan Rabeg buatan ayah dan neneknya tetap sama rasa, persis seperti yang diperkenalkan ke masyarakat Banten sejak dulu.
Kepada VIVAlife, Aulia berbaik hati membagi resep rabeg yang ia miliki secara turun-temurun dari keluarga. Ia katakan, resep ini juga berguna sebagai cara alternatif untuk memasak daging kambing, yang dapat Anda coba untuk menyajikan menu daging di perayaan Idul Adha mendatang.
Resep Rabeg Khas Banten
Ia juga mengatakan tidak mengubah sedikit pun bahan utama dan cara pembuatan Rabeg keluarga. Tujuannya, agar ciri hidangan Rabeg buatan ayah dan neneknya tetap sama rasa, persis seperti yang diperkenalkan ke masyarakat Banten sejak dulu.
Kepada VIVAlife, Aulia berbaik hati membagi resep rabeg yang ia miliki secara turun-temurun dari keluarga. Ia katakan, resep ini juga berguna sebagai cara alternatif untuk memasak daging kambing, yang dapat Anda coba untuk menyajikan menu daging di perayaan Idul Adha mendatang.
Resep Rabeg Khas Banten
(untuk 5 porsi)
Bahan-bahan:
Bahan-bahan:
1 kilogram jeroan kambing (babat, usus, paru, jantung dll)
100 gram bawang merah, rajang
100 gram bawang putih, rajang
3 sdm lada putih
10 cabai rawit
1 biji pala, memarkan
2 sentimeter lengkuas, memarkan
2 sentimeter jahe, memarkan
3 sentimeter kayu manis
5 sdm kecap manis
1 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
Cara memasak:
1. Tumis semua bumbu hingga harum kecuali daun salam dan sereh. Matikan api. Sisihkan.
2. Rebus jeroan kambing dengan daun salam dan sereh di atas api sedang.
3. Masak sebentar hingga jeroan matang. Angkat dan tiriskan.
4. Gunakan air sisa rebusan untuk merebus tumisan bumbu.
5. Potong-potong jeroan, masukkan ke dalam rebusan air yang telah dicampur dengan tumisan bumbu.
6. Masak hingga jeroan empuk, bubuk meresap dan kental.
3. Masak sebentar hingga jeroan matang. Angkat dan tiriskan.
4. Gunakan air sisa rebusan untuk merebus tumisan bumbu.
5. Potong-potong jeroan, masukkan ke dalam rebusan air yang telah dicampur dengan tumisan bumbu.
6. Masak hingga jeroan empuk, bubuk meresap dan kental.
Setelah mengetahui rahasia memasak menu untuk sang raja, siapkan
hidangan istimewa ini untuk orang-orang tersayang di rumah. Selamat
mencoba.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !