Setidaknya sekitar US$1 triliun per
tahun diambil dari negara-negara miskin dan jutaan nyawa manusia
melayang karena korupsi. Demikian temuan dari organisasi anti kemiskinan
yang berbasis di Amerika Serikat, One.
BBC edisi Selasa, 2 September 2014 yang mengutip isi
laporan itu mencatat sebanyak 3,6 juta manusia meninggal setiap tahunnya
akibat korupsi. Perbuatan-perbuatan yang tergolong tindak korupsi
antara lain penggunaan perusahaan fiktif dan pencucian uang.
Perbuatan itu disebut One sebagai "skandal triliunan dollar".
Korupsi, menurut Ones, justru lebih berbahaya jika dibiarkan hidup di
negara berkembang.
"Di negara berkembang, korupsi adalah sebuah pembunuh. Ketika
pemerintah kekurangan sumber daya untuk berinvestasi dalam pelayanan
kesehatan, keamanan pangan atau infrstruktur penting, maka hal itu bisa
menyebabkan kematian dan angka kematian terbesar akan dialami
anak-anak," tulis One dalam laporannya.
Sementara di negara maju, korupsi bisa menghambat investasi yang
dilakukan perusahaan swasta, mengurangi pertumbuhan ekonomi,
meningkatkan biaya untuk melakukan usaha dan dapat memicu terjadinya
ketidakstabilan politik," papar One.
Dalam laporan itu turut disebut, jika korupsi dihapuskan di kawasan
sub-Sahara, Afrika, maka bisa berdampak kepada tiga hal. Pertama, dana
yang ada dapat digunakan untuk menciptakan 10 juta anak terdidik setiap
tahunnya. Kedua, dana tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk
membayar gaji 500 ribu guru sekolah dasar.
Ketiga, dapat membiayai pembelian obat antiretrovial bagi lebih dari 11 juta penyandang HIV/AIDS.
Oleh sebab itu, One mendorong para pemimpin negara anggota G-20
yang akan bertemu di bulan November mendatang di Australia, untuk segera
mengatasi permasalahan tersebut. Selain itu, mereka juga
menginformasikan publik mengenai siapa pemilik perusahaan dan mencegah
agar tidak digunakan sebagai alat pencucian uang.
One merekomendasikan kepada negara-negara penghasil sumber daya
alam, agar mewajibakan UU di bidang minyak, gas dan penambangan, supaya
kekayaan alam itu tidak dicuri. Organisasi turut meminta adanya tindakan
yang tegas kepada para pengemplang pajak.
Pemerintahan yang lebih terbuka, juga menjadi salah satu poin One,
supaya layanan yang diberikan kepada rakyat dapat dipertanggung
jawabkan.
Apabila hal itu tidak dilakukan, kemajuan yang telah dicapai dalam
dua dekade terakhir untuk mengatasi kemiskinan ekstrem bisa kembali
mundur.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !