Lomba lari Mandiri Jakarta Marathon 2014, yang tergelar pada 26 Oktober
2014, rencananya akan diikuti 14.120 peserta. Sekitar 976 orang di
antaranya merupakan pelari asing dari 49 negara.
Kepala Dinas Olahraga DKI Jakarta, Ratiyono mengungkapkan, jumlah pelari asing kali ini lebih banyak ketimbang Jakarta Marathon 2013. Ini menandakan, ajang Mandiri Jakarta Marathon sudah dikenal para pelari dari negara lain.
“Jadi boleh dibilang, Jakarta Marathon sudah mendunia dan tak kalah dengan acara maraton di kota besar negara lain,” ujar Ratiyono dalam pembukaan Mandiri Jakarta Marathon Expo 2014 di Hall B Jakarta Convention Center, Kamis, 23 Oktober 2014.
Berdasarkan data Dinas Olahraga, sekitar 319 pelari berasal dari Jepang; 93 orang, datang dari Malaysia; 75 pelari Australia; 56 pelari Kenya; 52 pelari datang dari Inggris; dan 50 orang dari Amerika Serikat. Sementara pelari dari India sebanyak 36 orang; 28 pelari Filipina; 28 peserta dari Singapura; pelari dari Prancis 24 orang; dari Belanda 23 pelari; 22 pelari asal Jerman; serta 15 pelari Tiongkok. Sisanya sekitar 25 orang dari Brunei Darussalam; 21 pelari Selandia Baru; dan sebelas orang dari Kanada.
“Tidak semua pelari asing baru satu kali mengikuti Jakarta Marathon. Ada pula yang bergabung untuk kedua kalinya,” ujar Ratiyono.
Dan mereka yang pernah berlari di Jakarta Marathon tahun sebelumnya adalah 20 pelari asal Korea; sembilan orang dari Hong Kong; tujuh pelari asal Norwegia; dan tujuh pelari dari Afrika Selatan. Ada pula enam pelari Italia, enam pelari dari Thailand; serta pelari Belgia dan Etiopia masing-masing lima orang.
Pun empat orang dari Spanyol; empat pelari dari Taiwan; pelari Brasil, Ceko, Irlandia, Polandia, dan Swedia masing-masing tiga orang; pelari Denmark, Findlandia, Hungaria, Meksiko, dan Rusia masing-masing dua orang; serta pelari dari Argentina, Austria, Bangladesh, Kolombia, Mongolia, Switzerland, Uruguay, dan Venezuella masing-masing satu orang.
“Ada pula 16 pelari elite internasional yang akan mengikuti Jakarta Marathon 2014,” ujarnya. “Pelari elite internasional itu, sepuluh orang dari Kenya, lima pelari dari Etiopia, dan satu pelari dari Thailand.”
Jakarta Marathon 2014 tentunya menarik minat pelari nasional. Dan mereka yang akan berlari sejauh 42,195 kilometer adalah Agus Prayogo, Hendro, Atjong Tio, Mery Paijo, dan Erni Ulatningsih.
Rencananya, perlombaan akan tergelar sejak pukul 05.00 untuk nomor full marathon 42,195 kilometer dan half marathon 21 kilometer. Sementara nomor 10 kilometer, 5 kilometer, dan Maratoonz 1,2 kilometer dimulai sekitar 15 menit setelah start kedua nomor utama maraton.
Dan sebanyak 2.150 pelari akan mengikuti full marathon, 3.425 pelari mengikuti half marathon, 5.125 pelari di 10 K, serta 2.950 pelari di kategori lomba 5 K. Adapula 470 pelari pemula dan anak-anak mengikuti kelas Maratoonz.
Untuk full marathon, rute lomba akan dimulai dari Silang Monas Barat Daya-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada-Jalan Pintu Besar Selatan-Kawasan Kota Tua-Jalan Hayam Wuruk-Jalan Juanda-melewati Gedung Kesenian Jakarta-PT Pos Indonesia-Gereja Katedral-Masjid Istiqlal-Jalan Veteran.
Kemudian Jalan Majapahit-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan MH. Thamrin-Bundaran HI-Jalan Imam Bonjol-Jalan HR. Rasuna Said-Jalan Gatot Subroto-Jalan Asia Afrika-Jalan Hang Tuah-Jalan Sisingamangaraja-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH. Thamrin, dan kembali berakhir di Silang Monas Barat Daya.
Kepala Dinas Olahraga DKI Jakarta, Ratiyono mengungkapkan, jumlah pelari asing kali ini lebih banyak ketimbang Jakarta Marathon 2013. Ini menandakan, ajang Mandiri Jakarta Marathon sudah dikenal para pelari dari negara lain.
“Jadi boleh dibilang, Jakarta Marathon sudah mendunia dan tak kalah dengan acara maraton di kota besar negara lain,” ujar Ratiyono dalam pembukaan Mandiri Jakarta Marathon Expo 2014 di Hall B Jakarta Convention Center, Kamis, 23 Oktober 2014.
Berdasarkan data Dinas Olahraga, sekitar 319 pelari berasal dari Jepang; 93 orang, datang dari Malaysia; 75 pelari Australia; 56 pelari Kenya; 52 pelari datang dari Inggris; dan 50 orang dari Amerika Serikat. Sementara pelari dari India sebanyak 36 orang; 28 pelari Filipina; 28 peserta dari Singapura; pelari dari Prancis 24 orang; dari Belanda 23 pelari; 22 pelari asal Jerman; serta 15 pelari Tiongkok. Sisanya sekitar 25 orang dari Brunei Darussalam; 21 pelari Selandia Baru; dan sebelas orang dari Kanada.
“Tidak semua pelari asing baru satu kali mengikuti Jakarta Marathon. Ada pula yang bergabung untuk kedua kalinya,” ujar Ratiyono.
Dan mereka yang pernah berlari di Jakarta Marathon tahun sebelumnya adalah 20 pelari asal Korea; sembilan orang dari Hong Kong; tujuh pelari asal Norwegia; dan tujuh pelari dari Afrika Selatan. Ada pula enam pelari Italia, enam pelari dari Thailand; serta pelari Belgia dan Etiopia masing-masing lima orang.
Pun empat orang dari Spanyol; empat pelari dari Taiwan; pelari Brasil, Ceko, Irlandia, Polandia, dan Swedia masing-masing tiga orang; pelari Denmark, Findlandia, Hungaria, Meksiko, dan Rusia masing-masing dua orang; serta pelari dari Argentina, Austria, Bangladesh, Kolombia, Mongolia, Switzerland, Uruguay, dan Venezuella masing-masing satu orang.
“Ada pula 16 pelari elite internasional yang akan mengikuti Jakarta Marathon 2014,” ujarnya. “Pelari elite internasional itu, sepuluh orang dari Kenya, lima pelari dari Etiopia, dan satu pelari dari Thailand.”
Jakarta Marathon 2014 tentunya menarik minat pelari nasional. Dan mereka yang akan berlari sejauh 42,195 kilometer adalah Agus Prayogo, Hendro, Atjong Tio, Mery Paijo, dan Erni Ulatningsih.
Rencananya, perlombaan akan tergelar sejak pukul 05.00 untuk nomor full marathon 42,195 kilometer dan half marathon 21 kilometer. Sementara nomor 10 kilometer, 5 kilometer, dan Maratoonz 1,2 kilometer dimulai sekitar 15 menit setelah start kedua nomor utama maraton.
Dan sebanyak 2.150 pelari akan mengikuti full marathon, 3.425 pelari mengikuti half marathon, 5.125 pelari di 10 K, serta 2.950 pelari di kategori lomba 5 K. Adapula 470 pelari pemula dan anak-anak mengikuti kelas Maratoonz.
Untuk full marathon, rute lomba akan dimulai dari Silang Monas Barat Daya-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada-Jalan Pintu Besar Selatan-Kawasan Kota Tua-Jalan Hayam Wuruk-Jalan Juanda-melewati Gedung Kesenian Jakarta-PT Pos Indonesia-Gereja Katedral-Masjid Istiqlal-Jalan Veteran.
Kemudian Jalan Majapahit-Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan MH. Thamrin-Bundaran HI-Jalan Imam Bonjol-Jalan HR. Rasuna Said-Jalan Gatot Subroto-Jalan Asia Afrika-Jalan Hang Tuah-Jalan Sisingamangaraja-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH. Thamrin, dan kembali berakhir di Silang Monas Barat Daya.
Sumber//


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !