Sesuai jadwal yang dikeluarkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia di Arab Saudi, dari 11 kloter itu, 10 kloter di antaranya baru akan tiba di tanah air keesokan harinya, Jumat 10 Oktober 2014.
Jemaah yang pertama kali meninggalkan Mekah adalah Kloter 1 dari Embarkasi Padang, Sumatera Barat. Menggunakan bus, sebanyak 455 jemaah haji pada pukul 00.20 WAS, akan diberangkatkan ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Kloter ini baru akan diterbangkan ke tanah air pukul 08.20 WAS dan diperkirakan tiba pukul 21.00 WIB.
Dua jam kemudian, Kloter 1 Ujung Pandang menyusul meninggalkan Mekah. Kloter ini terbang ke tanah air pukul 10.20 WAS dan diperkirakan tiba dini hari pukul 02.15 WIB, Jumat.
Selanjutnya, setelah jeda dua jam, Kloter 1 Lombok diberangkatkan dari pondokannya menuju Jeddah. Kloter ini terbang ke tanah air pukul 12.20 WAS, dan tiba Jumat pagi pukul 06.15 WIT.
Tiga jam kemudian, Kloter 1 Pondok Gede Jakarta ke luar dari Mekah. Jemaah baru terbang ke tanah air pukul 15.20 WAS, dan akan tiba di Jakarta pukul 04.55 WIB.
Menyusul Kloter 1 Embarkasi Solo yang berangkat dari Mekah pukul 09.20 WAS, dan terbang ke tanah air pukul 17.20 WAS. Kloter ini diperkirakan tiba di Solo pukul 09.30 WIB keesokan harinya.
Dilanjutkan Kloter 1 Medan yang akan diterbangkan pukul 19.50 WAS, dan tiba di tanah air pukul 08.50 WIB. Disusul Kloter 2 Solo yang terbang dari Jeddah puku; 21.10 WAS, dan tiba di Solo pukul 13.20 WIB, Jumat.
Kloter 1 Batam menyusul ke luar Mekah pukul 14.35 WAS, dan terbang ke tanah air pukul 22.35 WAS. Jemaah haji di kloter ini diperkirakan tiba di Kepulauan Riau pukul 22.35 WIB.
Setelah Batam, Kloter 1 Jawa Barat (JKS) ke luar dari Mekah, dan terbang dari Jeddah pukul 23.20 WAS. Jemaah haji akan tiba pukul 13.20 WIB. Selanjutnya Kloter 1 Surabaya yang ke luar Mekah, petang hari. Berangkat dari Jeddah diperkirakan pukul 23.30 WIB dan tiba di Bandara Juanda Surabaya pukul 14.00 WIB.
Terakhir Kloter 3 Solo yang ke luar dari Mekah malam hari, pukul 21.30 WAS. Jemaahbaru akan diterbangkan keesokan pagi pukul 05.30 WAS, dan diperkirakan tiba di Solo pukul 21.40 WIB.
Sweeping Jemaah di Mina
Kebanyakan jemaah yang
kembali ke tanah air ini memilih nafar awal saat melempar jumrah,
sehingga mereka hanya menginap selama dua malam di Mina. "Alhamdulillah,
seluruh jemaah haji, yang ambil nafar awal tadi malam sudah kembali ke
pemondokan masing-masing," kata Kepala PPIH Daker Makkah, Endang Jumali,
di Kantor Misi Haji Indonesia, Mekah, Selasa.
Sedangkan bagi jemaah haji yang mengambil nafar tsani, kata dia, sudah harus meninggalkan Mina sebelum waktu maghrib. Selanjutnya, jemaah haji yang mengambil nafar tsani ini akan diantar ke pemondokan masing-masing.
Kepala Bidang Perlindungan PPIH Achmad Riad Syafrudin, membenarkan, mayoritas jemaah haji Indonesia banyak yang memilih nafar awal dan sudah kembali dari tenda maktab di Mina ke pemondokan-pemondokan atau hotel di Kota Mekah. Dia juga menerima laporan masih ada puluhan jemaah haji yang masih mabit (menginap) di Mina pada Senin malam, karena memilih nafar tsani. "Kita terus pantau pergerakan jemaah yang memilih nafar tsani," katanya.
Riad yang juga ketua Satgas Arafah, Muzdalifah dan Mina, menuturkan, melakukan sweeping sejak bada dzuhur hingga waktu salat ashar untuk melihat keberadaan jemaah haji. "Kita akan antar semua jemaah ke pemondokan, setiap maktab di-sweeping jangan sampai ada yang tertinggal, termasuk barang-barang jemaah yang ketinggalan," kata Riad.
Sedangkan bagi jemaah haji yang mengambil nafar tsani, kata dia, sudah harus meninggalkan Mina sebelum waktu maghrib. Selanjutnya, jemaah haji yang mengambil nafar tsani ini akan diantar ke pemondokan masing-masing.
Kepala Bidang Perlindungan PPIH Achmad Riad Syafrudin, membenarkan, mayoritas jemaah haji Indonesia banyak yang memilih nafar awal dan sudah kembali dari tenda maktab di Mina ke pemondokan-pemondokan atau hotel di Kota Mekah. Dia juga menerima laporan masih ada puluhan jemaah haji yang masih mabit (menginap) di Mina pada Senin malam, karena memilih nafar tsani. "Kita terus pantau pergerakan jemaah yang memilih nafar tsani," katanya.
Riad yang juga ketua Satgas Arafah, Muzdalifah dan Mina, menuturkan, melakukan sweeping sejak bada dzuhur hingga waktu salat ashar untuk melihat keberadaan jemaah haji. "Kita akan antar semua jemaah ke pemondokan, setiap maktab di-sweeping jangan sampai ada yang tertinggal, termasuk barang-barang jemaah yang ketinggalan," kata Riad.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !