Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
berpesan kepada Komisi Pemilihan Umum agar lebih baik dalam
menyelenggarakan pemilihan presiden 2019 mendatang. Dia berharap agar
KPU memberikan fasilitas lebih baik kepada masyarakat untuk lebih
mengenal calon presiden mereka.
"Agar rakyat dalam menghendaki pemimpin lebih rasional dan tidak
emosional maka sistem pengenalan capres harus lebih baik," kata SBY saat
membuka rapat evaluasi pemilu 2014 di Istana Negara, Jakarta, Selasa 14
Oktober 2014.
Menurut SBY, pengenalan bukan hanya sebatas profil atau visi
misinya saja. Misalnya, dengan acara debat itu baik untuk lebih mengenal
capres dan cawapresnya.
"Mintalah rakyat untuk mendengarkan debat itu. Pertanyaannya harus
fokus, menukik. Apa yang ditanyakan? Jika capres mengerti tugas presiden
itu apa, kalau pertanyaannya lebih fokus lagi maka rakyat akan
mendengarkan. Bagaimana nanti menjalankan tugas-tugasnya. Disitulah
nanti akan dibuat pemahaman yang lebih utuh," ujar dia.
Pertanyaan untuk masing-masing capres, kata dia, jangan terlalu
umum. Pertanyaan harus fokus dan padat. Selain itu, SBY juga meminta
agar media tidak terlalu partisipan atau memihak yang berlebihan kepada
salah satu calon presiden.
SBY pun berpesan agar pemilu ke depan harus semakin cepat. Sebab
jika pemilu berjalan lambat sampai satu tahun, maka pembangunan akan
terhambat.
"Karena investor wait and see. Ingat better, cheeper, easier dan faster," kata dia.
Menurut dia, Indonesia akan diuji satu kali lagi dalam
penyelenggaraan pemilu. Jika pemilu 2019 pemiu berjalan aman, adil,
jujur dan demokratis, maka bisa dikatakan demokrasi di Indonesia sudah
matang.
"Semoga rapim ni bisa mengevaluasi agar pemilu ke depan semakin baik," kata dia.
Pamitan
Selain itu, dalam kesempatan ini SBY kembali berpamitan dengan
seluruh anggota KPU dan KPUD sebab masa jabatannya sebagai presiden
hanya tingal beberapa hari.
"Saya mohon diri ini hari Selasa, Senin pagi atau siang saya akan
mengakhiri. Kalau ada tutur kata selama saya memimpin negeri Anda tidak
berkenan saya minta maaf.
Ingatlah kita pernah bekerja bersama-sama kalau ada yang baik saya
kira jadi kenangan manis, kalau tidak baik biarlah saya tanggung jadi
refleksi dan saya kenang selama-lamannya," kata dia.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !