Aksi Popong Otje Djundjunan memimpin sidang
pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat mengundang perhatian.
Anggota DPR yang baru terpilih itu didaulat menjadi pimpinan sidang
sementara.
Ceu Popong, begitu nama akrabnya, langsung menarik
perhatian dengan caranya memimpin sidang yang berlangsung sejak Rabu
malam hingga Kami dini hari, 2 Oktober 2014. Logat Sunda yang kental
jadi ciri khas Ceu Popong memimpin sidang.
Walau hujan interupsi bertubi-tubi, bahkan hingga terjadi adu jotos, Ceu Popong tetap tenang memimpin sidang.
"Itu
justru mengambarkan bahwa suasananya hidup. Apakah mereka akan
menyampaikan pendapat, pandangan, itu hak anggota dewan. Jadi saya tidak
merasa terganggu," ujar Ceu Popong saat diwawancarai tvOne.
Justru,
anggota DPR tertua periode 2014-2019 itu merasa aneh jika suasana
sidang yang membahas persoalan serius, tapi tidak ada interupsi.
"Malah, lucu tidak kalau jempliiing aja tidak ada yang ngomong,
kan lucu. Malah banyaknya interupsi, berarti para anggota dewan itu
sudah bisa menyadari bahwa apa yang dia inginkan, apa yang dia maksudkan
bisa keluar," kata wanita 76 tahun itu.
Selain hujan interupsi,
banyak kejadian lucu saat sidang. Salah satunya, pimpinan sidang Ceu
Popong kehilangan palu sidang.
Ditanya soal peristiwa itu, Ceu Popong menjawabnya. "Ah tidak hilang. Ceuk saha (kata siapa). Aya atuh paluna (ada kok palunya). Tidak merasa kehilangan saya mah. Begitu mau malu (ketok palu), sudah ada," jawab Ceu Popong.
Bahkan nama Ceu Popong menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter dengan tagar #saveceupopong pada Kamis dini hari, 2 Oktober 2014.
Ceu
Popong merupakan wanita asal Bandung kelahiran 30 Desember 1938. Wanita
yang kental dengan logat Sunda ini adalah politikus Partai Golkar dari
Daerah Pemilihan Jawa Barat I.
Pada DPR periode 2009-2014, Ceu
Popong duduk di Komisi X yang membidangi masalah pendidikan dan olah
raga. Meskipun usianya tak lagi muda, Ceu Popong dikenal vokal dan
lantang.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !