Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran menteri-menterinya
meresmikan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu
Keluarga Sejahtera. Kartu tersebut, akan digunakan sebagai uang elektronik untuk mengambil bantuan sosial dari pemerintah.
Peresmian tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI)
Agus DW Martowardojo, Mendikbud Anies Baswedan, Dirut PT Bank Mandiri
Budi G Sadikin, Dirut BPJS Elvyn G Masassya, Dirut PT Pos Budi Setiawan,
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Sosial Khofifah Indar
Parawansa.
Pemerintah secara bertahap akan membagikan 15,5 juta kartu kepada
keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Untuk tahapan pertama,
penukaran kartu perlindungan sosial menjadi Kartu Keluarga sejahtera
sebanyak 150.
"Keseluruhan program tersebut merupakan era baru dalam peningkatan
kesejahteraan masyarakat kurang mampu, yaitu melalui kegiatan produktif
berupa rekening simpanan, keberlanjutan pendidikan anak, serta pemberian
jaminan kesehatan," kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan (TNP2), Bambang Widianto di Kantor Pos,
Jakarta, Senin (3/11/2014).
Dia menambahkan, penggunaan simpanan tersebut akan dilakukan dalam
bentuk Layanan Keuangan Digital (LKD), yakni uang elektronik. Dengan
demikian, maka LKD tidak perlu melalui bank.
"Melalui LKD masyarakat tidak lagi dibatasi oleh keberadaan bank atau
ATM. Mereka bisa mengirim dana lewat ponsel, mengambil uang tunai
melalui agen yang ditunjuk oleh bank yang menyimpan dana mereka," tutup
Bambang.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !