Kubu Agung Laksono Enggan Disebut Politik Burung Unta
Written By Admin on Monday, December 22, 2014 | 3:53 PM
Partai Golkar kubu Agung Laksono menolak tudingan Hajriyanto H Thohari yang menyebut elite partai beringin itu sedang bermain politik burung unta.
Hal itu karena tidak kunjung adanya islah dua kubu yang berseteru itu.
Ketua DPP Golkar, Leo Nababan menegaskan kubunya sudah mengirimkan juru runding untuk menyelesaikan konflik yang ada. Namun, Leo mengklaim niat baik tersebut tidak disambut positif oleh kubu Aburizal Bakrie (Ical).
"Percuma kalau kita siapkan juru runding sementara mereka tidak ada sambutannya," kata Leo saat dihubungi wartawan, Senin (22/12/2014).
Leo menambahkan, setelah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Ancol, pihaknya juga sudah menjalankan tugas dan fungsi kepartaian dengan baik.
"Ini kami sudah jadi organisasi yang sebenarnya, program sudah kami jalankan," tutupnya.
Sebelumnya, Hajriyanto Thohari sebagai politikus senior Partai Golkar menyebut elite Golkar sedang bermain politik burung unta. Sebab, kata Hajriyanto, burung unta biasanya hanya menganggap adanya musuh yang kelihatan mata saja.
"DPP Golkar sekarang ini sedang memainkan apa yang disebut dengan 'politik burung unta'. Burung unta itu selalu menyembunyikan kepalanya di pojok bila merasa sudah tidak ada musuh yang mengejar, dan matanya sudah tidak melihat ada musuh," tutur Hajriyanto.
Sumber



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !