Anak pertama dari empat bersaudara ini hampir setiap hari membantu sang
ibu. Bahkan ketika ibunya ke Bekasi selama sebulan lebih, Monic begitu
gadis kelahiran Cimahi 4 juni 2002 ini berusaha menghidupi diri dan
adiknya yang masih duduk di kelas III SD. Sehingga kegiatan belajarnya
sedikit terganggu. Monic beberapa kali absen karena kecapean.
"Bikin kue-nya kan mulai magrib, selesai malam. Lalu subuh-subuh harus mengantar kue ke pasar. Waktu saya pergi ke Bekasi dia yang bikin sendiri," ujar Heti saat ditemui wartawan di Gang Haji Kodir RT 04/RW 18, Kel Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Selasa (19/5/2015).
Diakui Heti, sebelum memutuskan pergi ke Bekasi untuk bekerja ia sempat ragu-ragu dengan keputusannya itu. Pasalnya keempat anaknya masih kecil. "Saya sempat minta pendapat Monic, kalau saya pergi gimana nasibnya. Dia mempersilakan saya dan dia bilang akan tetap bikin kue tanpa ada saya," katanya.
"Bikin kue-nya kan mulai magrib, selesai malam. Lalu subuh-subuh harus mengantar kue ke pasar. Waktu saya pergi ke Bekasi dia yang bikin sendiri," ujar Heti saat ditemui wartawan di Gang Haji Kodir RT 04/RW 18, Kel Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Selasa (19/5/2015).
Diakui Heti, sebelum memutuskan pergi ke Bekasi untuk bekerja ia sempat ragu-ragu dengan keputusannya itu. Pasalnya keempat anaknya masih kecil. "Saya sempat minta pendapat Monic, kalau saya pergi gimana nasibnya. Dia mempersilakan saya dan dia bilang akan tetap bikin kue tanpa ada saya," katanya.
Firasat ibu
Ternyata firasat seorang ibu sangat kuat, Heti memutuskan pulang setelah sebulan lebih bekerja si Bekasi. "Perasaan saya ngga enak, makanya saya pulang," katanya.
Heti bercerita kalau ia kerap dibantu Monic membuat kue gemblong. Monic pulalah yang awalnya meminta sang ibu untuk membuat gemblong dan menjualnya.
"Sebelumnya saya belajar dari Mak Oom yang suka bikin gemblong, lalu saya belajar bikin. Monic juga minta dia yang jualinnya secara keliling. Saya bilang apa ngga malu, dia bilang ngga mah," katanya.
Wali kelas Monic, Rusnawati mengatakan, kalau Monic tergolong anak yang baik meski prestasinya tidak begitu menonjol. "Karena kondisilah jadi seperti itu. Tapi dia memiliki semangat untuk belajar walapun dia harus ikut membantu ibunya membuat gemblong," ujarnya.
Saat ibunya sempat pergi untuk bekerja, tambah Rusnawati, Monic sering absen saat Try Out. Sehingga ia terpaksa jemput bola dengan mendatangi rumah Monic. "Saat saya datang ke rumahnya, Monic lagi tidur. Mungkin kecapean, makanya saya yang datang langsung ke rumahnya untuk memberi bimbingan," akunya. sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !