Badan Perhimpunan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI) Garut berupaya menyelesaikan tiga masalah utama di
bidang pariwisata, khususnya bagi sektor perhotelan dan restoran di
Kabupaten Garut.
Ketua BPC PHRI Garut, Asep Halilusna, mengatakan tiga permasalahan
utama dalam pariwisata di Kabupaten Garut di antaranya infrastruktur
atau akses menuju kawasan wisata yang masih banyak harus diperbaiki,
beserta lalu lintasnya.
"Jumlah kunjungan wisatawan ke Garut sangat meningkat setiap
tahunnya. Tapi, hal ini terhalang oleh kemacetan di Kadungora sampai
Tarogong, dan jalan menuju Samarang serta Darajat," kata Asep, Senin
(11/5/2015).
Kondisi jalan yang rusak di beberapa titik menuju Samarang dan
Cipanas pun, katanya, menjadi catatan khusus bagi pariwisata di Garut.
Hal ini kerap dikeluhkan para pengunjung tempat wisata, hotel, dan
restoran.
Untuk mengatasinya, PHRI akan berkoordinasi dengan Polres Garut dan
Pemerintah Kabupaten Garut untuk berupaya memperbaiki jalan serta
mengurai kemacetan dengan menggunakan jalur alternatif.
Masalah lainnya, katanya, kesadaran berwisata warga Garut yang masih
kurang. Sejumlah oknum warga yang mencuci mobil para wisatawan dengan
paksa dan pemungut rupiah dari kendaraan wisatawan, katanya menjadi
perhatian dalam memberikan kenyamanan kepada para wisatawan.
Terakhir, katanya, adalah kesadaran para pengusaha tempat wisata,
hiburan, restoran, dan hotel, dalam membayar pajak. Diakuinya,
pembayaran pajak kepada pemerintah ini masih membutuhkan pembimbingan.
"Para pengusaha pun membutuhkan timbal balik dari pemerintah berupa
pelayanan, seperti perbaikan jalan dan lainnya. Pemerintah harus berikan
penjelasan, bagaimana teknis pembayaran yang sesuai peraturan," kata
Asep.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !