Bareskrim Mabes Polri menyidik kasus korupsi Stadion Gelora Bandung
Lautan Api (GBLA). Sejumlah pihak berharap stadion tersebut bisa
digunakan untuk PON 2016 mendatang. Bahkan Wali Kota Bandung Ridwan
Kamil sempat menyatakan aman. Namun bagaimana menurut polisi?
Kabareskrim
Polri Komjen Pol Budi Waseso menyarankan stadion berkelas internasional
ini tidak difungsikan. Alasannya, menurut Budi, tim ahli bentukan
Bareskrim Mabes Polri menilai konstruksi bangunan stadion tersebut tidak
layak.
"Apa kita nunggu ada korban jiwa? Baru kita yakin itu
bahaya?" ucap Buwas di sela-sela mengecek bangunan fisik Stadion GBLA di
kawasan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2015).
Kali
keduanya Buwas meninjau langsung stadion di daerah Timur Bandung ini.
Dia terkejut lantaran melihat kerusakan bangunan kian bertambah tiap
harinya. Tembok serta lantai retak. Aspal ambles.
"Tapi kalau ada
yang menjamin ini (stadion) tak akan roboh saat digunakan, orang yang
bicara itu yang nanti bertanggung jawab. Bilamana ada korbannya,
berhadapan dengan hukum," ujar Buwas.
Jenderal polisi bintang
tiga ini menegaskan lagi hasil kajian teknik dari ahli menyebutkan
Stadion GBLA tidak layak digunakan. Selain itu, sambung dia, secara
hukum pihaknya sedang menyidiki kasus dugaan korupsi tersebut sehingga
status stadion menjadi alat bukti yang nanti bisa dilakukan penyegelan.
"Jadi,
sudut pandang polisi dari sisi kemanusian dan keamanan jiwa, kami
berharap tak digunakan dulu. Kami berharap Pemda seyogyanya tak
menggunakan bangunan ini," ucapnya.
"Jangan mengeluarkan
pernyataan kontroversial yang berdampak hal kepada mengancam jiwa. Kalau
mau ambil risiko, berhadapan dengan kita," kata Buwas menegaskan.
Sebelumnya
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melaporkan kepada Gubernur Jawa Barat
Ahmad Heryawan apabila kondisi stadion aman dipergunakan untuk PON 2016
mendatang. Hal itu berdasarkan keterangan dari tim ahli.
"Tim
ahli dari ITB,Unpar, Puslitbang PU dan arsitek Jabar sudah cek secara
mendalam dengan rumus yang rumit menyatakan stadion itu aman lahir
batin. Jadi konstruksinya sangat kokoh, fondasinya 40 meter tidak ada
masalah sama sekali," ujar Emil saat Groundbreaking jalan akses
Gedebage, Jumat (10/7/2015).
Saat itu Emil mengatakan yang
menjadi problem hanya pelataran parkir bukan, bangunan pokok. "Itu
berbeda dengan bangunan. Bangunan pakai tiang pancang yang itu
(pelataran) pakau pondasi dangkal jadi kalau ada pergeseran yang menjadi
masalah tinggal pelataran itu saja," katanya.
Ia menjelaskan
memang ada dinding yang setengahnya ikut ke bangunan yang kokoh,
setengah ke parkir jadi saat bergeser menjadi belah. "Disangka seluruh
bangunan jadi gagal bangunan padahal tidak seperti itu," ungkapnya.
Emil
mengatakan hal itu bukan merupakan hal yang tak bisa diselesaikan.
"Tinggal di-treatment saja, disuntik kalau istilah ke-insinyuran-nya.
Jadi Insyaallah untuk PON syaratnya hanya tratment yang non bangunan.
Ini informasi resmi yang saya sampaikan. Jadi mimpi kita, kebanggaan
kita supaya Pembukaan PON dilaksanakan di stadion GBLA ini insya Allah
terlaksana," pungkas Emil saat itu.
sumber//
Home »
Seputar Padjajaran
» Ridwan Kamil dan Buwas Perihal Stadion GBLA
Ridwan Kamil dan Buwas Perihal Stadion GBLA
Written By Admin on Wednesday, July 29, 2015 | 5:20 PM
Label:
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !