Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo meyakini Pemilihan
Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini hanya menghasilan kepala
daerah-kepala daerah berkualitas rendah.
"Bisa dipastikan bahwa
Pilkada 2015 tidak banyak melahirkan pemimpin daerah yang kapabel, punya
kompetensi tinggi dan reputasi yang teruji. Buktinya, tidak sedikit
calon kepala daerah yang latar belakangnya bermasalah," kata Bambang di
Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan, kualitas yang rendah ini sudah
terlihat dari latar belakang calon kepala daerah yang sebagian
bermasalah, seperti ada yang bekas narapidana dan bekas narapidana kasus
korupsi, sedangkan persiapan para calon kepala daerah pasti hanya fokus
pada strategi pemenangan.
"Tetapi, kualitas dan kompetensi
kepemimpinan mereka belum dipersiapkan dengan matang. Inilah titik lemah
dari proses menghadirkan pemimpin daerah," ujar Bambang.
Dia
menambahkan, sedikitnya ada dua aspek yang akan dipertaruhkan ketika
pemerintah bersikukuh menggelar Pilkada serentak tahun ini, yakni
potensi konflik pada masa akar rumput, dan kualitas pemimpin daerah
produk Pilkada serentak.
Dia menyebut kualitas dan kompetensi
pasangan calon kepala daerah layak dipersoalkan karena begitu banyak
masalah dalam proses pencalonan di berbagai daerah, termasuk soal mahar
politik atau suap politik untuk memperoleh dukungan partai.
Hingga
Sabtu malam pekan lalu, jumlah daerah yang hanya bisa menghadirkan
calon tunggal telah berkurang menjadi 11 daerah dari sebelumnya 12
daerah setelah satu pasangan calon di Kabupaten Serang, Banten,
mendaftarkan Ahmad Syarif Madzkrullah dan Aef Saefullah dukungan
Gerindra, Hanura dan PBB.
"Dari kecenderungan ini, sudah
tergambar kesulitan partai politik menghadirkan calon pemimpin daerah
yang mumpuni. Parpol di banyak daerah lain diduga juga mengalami
kesulitan yang sama," kata Bambang.
"Kalau sekarang sudah
terdaftar 828 pasangan calon, patut diduga banyak pasangan calon yang
tampil karena dipaksakan. Karena itulah muncul sinisme publik tentang
adanya pasangan calon boneka," demikian Bambang.
Sumber



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !