Harga beras di pasaran-pasar tradisional Kota Bandung menjelang Idul
Adha 1436 H, masih belum mengalami penurunan. Sejak dua minggu lalu,
harga beras mengalami kenaikan sebesar Rp 500/kg untuk semua varian.
"Hingga saat ini, harga beras masih belum turun. Kenaikannya adalah
sebesar Rp 500/kg," ujar salah seorang pedagang beras di Pasar Kosambi,
Kota Bandung, Hj. Fatimah kepada wartawan, Selasa (22/9/2015).
Dengan adanya kenaikan harga tersebut, maka penjualan beras menjelang
Idual Adha 1436 H cenderung mengalami penurunan. Padahal biasanya,
menjelang hari-hari besar termasuk Idul Adha selalu menjadi momen marema
bagi para pedagang salah satunya pedagang beras.
"Sekarang mah sepi. kalau menjelang Lebaran baik Idul Fitri atau Idul
Adha, penjualan beras biasanya meningkat. Karena harga beras naik, jadi
tidak banyak masyarakat yang membeli beras," katanya.
Kondisi ini, membuat para pedagang beras mengeluh. Para pedagang
beras berharap, harga beras kembali normal seperti sedia kala yang akan
kembali menggairahkan penjualan beras di pasar-pasar tradisional.
"Kami tentunya sangat berharap kepada pemerintah, supaya harga beras
ini kembali turun seperti sedia kala. Karena dengan adanya kenaikan
harga, penjualan beras menjadi sepi," katanya.
Tidak hanya bagi pedagang, lanjutnya, kenaikan harga beras ini juga
sangat memberatkan bagi masyarakat. Meskipun kenaikannya hanya Rp
500/kg, namun kenaikan tersebut dirasakan berat di tengah kondisi
perekonomian Indonesia saat ini yang sedang melemah. "Bagi masyaraat
kecil, tentunya kenaikan Rp 500/kg tersebut sangat berpengaruh. Karena
kebutuhan lainnya pun ikut naik," katanya.
Sumber
Pedagang Berharap kepada Pemerintah, Harga Beras Segera Turun
Written By Admin on Wednesday, September 23, 2015 | 11:58 AM
Label:
Berita,
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !