Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » , » Ledakan” DBD Diprediksi April

Ledakan” DBD Diprediksi April

Written By Admin on Monday, February 22, 2016 | 11:14 AM

 Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi akan terjadi ledakan jumlah kasus demam berdarah dengue pada April mengingat cuaca ekstrem dan siklus enam tahunan wabah DBD. “Kami prediksikan akan terjadi ledakan jumlah penderita demam berdarah pada April nanti,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes DIY Daryanto Chadorie, Minggu (21/2/2016).
Menurut Daryanto, Dinkes DIY juga telah meningkatkan kewaspadaan akan ancaman ledakan kasus demam berdarah dengue (DBD) ini.“Melihat indikasi ini, kami tidak tinggal diam, kami telah melakukan berbagai tindakan pencegahan,” ucapnya.
Daryanto mengatakan beberapa tindakan pencegahan tersebut diantaranya dengan melakukan “surfelence” faktor maupun lingkungan. “Kami melakukan pemetaan kawasan endemis yang memiliki riwayat pernah terjadi ledakan kasus DBD,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, juga mempersiapkan program “rapid diagnosic test” atau RDT. Program ini dapat dengan cepat mendeteksi apakah ada suspect DBD atau tidak.“Gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Tim ini akan melakukan pemantauan jentik-jentik nyamuk di area yang terdapat genangan air,” katanya.
Semua ini dilakukan, kata dia, untuk percepatan pencegahan dan pendeteksian nyamuk pembawa virus DBD. Ia pun meminta masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dengan selalu melakukan pembersihan saluran air hujan yang mampet serta tempat-tempat penampungan air secara periodic.
“Kenali segera gejala DBD agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat sebelum terlambat ditangani,” ucapnya.
Sebelumnya, untuk mengatasi penyebaran nyamuk aides agepty yang menyebabkan meningkatnya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) membuat Pemda melakukan Eliminate Dengue Program (EDP). EDP merupakan program dari pengembangan penelitian yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Peneliti Sosial Eliminate Dengue Program (EDP) DIY, Bekti Andari di Sleman menuturkan, namun misi pelepasan nyamuk di Sleman untuk mengetahui kemampuan bertahan hidup dan pennularan antar nyamuk dari nyamuk yang sudah terinfeksi wolbachia.
Wolbachia, kata dia, adalah bakteri yang secara alami hidup di badan lalat buah. Lalat buah yang terpapar bakteri ini akan memiliki masa hidup yang pendek. Sementara nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue adalah nyamuk berusia tua. Berdasarkan temuan itu, peneliti mencoba memasukkan bakteri itu ke tubuh nyamuk sehingga nyamuk penyebar DBD mati sebelum bisa menyebarkan virus dengue.
Meskipun tahap awal bukan untuk melihat kemampuan mencegah penyebaran DBD, Bekti mengatakan dari program tahap pertama itu mereka mendapatkan hasil sampingan. Pelepasan nyamuk berbakteri ternyata mampu menekan penularan DBD antar warga di lokasi yang sama. Hal itu bisa menjadi data awal yang menunjukkan program mereka mulai menuai hasil sesuai harapan.
“Temuan kami tidak ada penularan DBD antar warga di radius 100 meter dari area pelepasan nyamuk,” tuturnya.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya