Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » , » Wagub Jabar: Aneh, Harga Daging Sapi dan Ayam Masih Tinggi

Wagub Jabar: Aneh, Harga Daging Sapi dan Ayam Masih Tinggi

Written By Admin on Tuesday, February 2, 2016 | 10:15 AM

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar gelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Pandanwangi Maruyung Kec. Ciparay Kabupaten Bandung, Senin (1/2/2016). Pihaknya prihatin harga daging sapi dan daging ayam belum turun juga. 
Dalam sidak tersebut, Deddy Mizwar didampingi sejumlah Kepala OPD mengunjungi beberapa pedagang daging sapi, daging ayam. Termasuk juga pedagang makanan olahan dan sayuran. 
Dalam kesempatan tersebut, Deddy Mizwar merasa heran dengan kondisi saat ini, dimana harga daging sapi dan ayam masih tinggi di pasaran. Padahal untuk daging sapi, pemerintah sudah mencabut kebijakan PPN 10 persen untuk sapi impor.
"Kebijakan PPN 10 persen kan sudah dicabut, tapi harga daging sapi masih tinggi. Sekarang mencapai sekitar Rp 115 ribu/kg sampai Rp 120 ribu/kg. Ini aneh kalau harga naik. Naiknya cepat tapi kalau turun,  lambat," katanya.
Menurutnya, mestinya harga daging sapi harus kembali normal dengan pasaran sekitar Rp 110 ribu/kg. Apalagi saat ini pihaknya mendapat informasi pasokan sapi dari NTT akan datang ke Jawa Barat.  "Kita harapkan ini bisa normal kembali," katanya. 
Begitu juga dengan harga daging ayam, lanjutnya. Saat ini harga daging ayam masih tinggi dengan kisaran Rp 32.000 sampai Rp 34.000/kg. Padahal pemerintah tengah berusaha menormalkan kembali harganya. 
"Kenaikan harga daging ayam ini dikarenakan masalah pakan yang kurang. Tapi kan sekarang sudah datang yang 500 ton pakan impor. II memprihatinkan Indonesia Import pakan ternak," katanya.
Menurutnya, kurangnya pakan ternak khususnya jagung di negeri ini sangatlah aneh. Bahkan jagung pun harus import dari negara lainnya. 
"Ini sangat memprihatinkan, ini harus dicari kenapa jagung impor. Luar biasa jagung kurang di negara tropis ini. Perlu ada data berapa banyak tanaman jagung yang dibutuhkan. Begitu juga dengan komoditas lainnya," katanya.
Dikatakannya, perlu ada pengawasan untuk masalah harga daging sapi dan daging ayam. Sehingga stabilisasi harga pun bisa terjaga.
Tidak hanya komoditas daging sapi dan daging ayam saja yang perlu mendapat pengawasan, lanjut Deddy. Namun demikian komoditas lainnya, seperti halnya makanan olahan pun perlu diawasi secara ketat. Terlebih, masih banyak makanan olahan yang dijual di pasar mengandung bahan pengawet seperti borax. 
"Masih banyakMakanan olahan yang mengandung bahan pengawet borax, ini sangat berbahaya, borax itu jangan sampai dijual bebas, masa buat mayat dipake buat pengawet makanan. Itu bahaya buat kesehatan," katanya.
Oleh karena itulah lanjut Deddy, pengawasan terhadap makanan olahan harus dioptimalkan. Begitu juga dengan kesadaran para pedagang untuk tidak menjual makanan olahan yang mengandung bahan pengawet. 
"Kita harapkan para pedagang memiliki kesadaran, dan tidak menjual makanan olahan berbahan pengawet," katanya.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya