BANDUNG - Ketua Perhimpunan Peternak Ayam Nasional (PPAN) Jabar Herry Dermawan mengatakan kondisi yang ada saat ini memaksa peternak menaikan biaya produksi.
Menurutnya, bibit ayam dan pakan menjadi komponen paling berpengaruh terhadap harga ayam, jika kedua komponen itu murah maka ayam juga akan murah.
Herry mengkritik masing-masing pihak yang saling menyalahkan saat kasus kenaikan harga daging ayam terjadi seperti sekarang ini. �Dunia ayam itu kayak balon. Dipijit di sana melendung di sini,� katanya Selasa (16/7/2013).
Situasi saat ini, menurutnya, menunjukan seperti ada kelangkaan ayam di pasar, padahal ini karena para pedagang daging sulit berhubungan langsung dengan peternak besar. Kalaupun bisa, mereka harus menyerahkan uang terlebih dahulu sebagai jaminan.
�Populasi ayam di Jabar tidak menurun, tapi permintaannya banyak dan tidak bisa dipenuhi secara mendadak karena produksi ayam butuh waktu 30 hari,� katanya.
Herry mengingatkan dalam perunggasan ada 4 pilar penting yang saling mendukung satu sama lain. Yakni pabrik pakan, breeding farm, bandar ayam dan peternak.
�Sampai saat ini keempat pilar belum bisa bekerjasa sama. Baru sampai tahap sama-sama kerja,� katanya.
Ia membeberkan saat ini harga DOC Rp7.500/ekor, pakan 7.200/kg, biaya operasional Rp1.500/ekor, dan 5% kematian ayam maka harga modal ayam dengan berat 1,4 kg/ekor mencapai senilai Rp19.211/ekor.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !