Jawa Barat - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar akan menyiagakan 984 dokter dan 3.085 perawat/bidan untuk melayani pemudik di wilayah Jabar. Yakni di jalur wilayah selatan, tengah, dan utara. Selain itu, pada saat mudik tahun ini disiapkan sebanyak 546 puskesmas.
Puskesmas ini akan melayani para pemudik di sepanjang jalur utama mudik Jabar selama 24 jam setiap harinya. Selain itu dinkes juga menyiapkan 27 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan mobil ambulan yang disiagakan sebanyak 484 unit untuk para pemudik.
Demikian diungkapkan Kepala Dinkes Jabar, Alma Lucyati kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung, Selasa (16/7). "Tahun ini untuk memberi pelayanan maksimal, kita menambah jumlah dokter dan bidan dibanding tahun lalu," kata Alma.
Ia menyebutkan jumlah dokter yang disiagakan tahun lalu hanya 900 orang. Sementara jumlah perawat dan bidan yang disiagakan tahun lalu hanya 3.000 orang, sedangkan sekarang menjadi 3.085 orang.
"Kami sengaja menyiapkan dokter, bidan/perawat, puskesmas, RSUD, dan peralatan kesehatan lainnya untuk membantu para pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan. Teknisnya, jika penanganan tidak bisa dilakukan di posko, maka akan dirujuk ke puskesmas atau juga ke rumah sakit jika puskesmas tidak mampu menangani," katanya.
Ia menambhakn untuk menempatkan posko kesehatan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Termasuk dengan Dinas Perhubungan dan juga Polda Jabar. "Karena poskonya macam-macam ternyata. Ada posko yang lengkap, ada posko kesehatan atau posko untuk Polda Jabar saja," katanya.
Menurutnya, untuk menunjang kinerja rumah sakit dan puskesmas di sepanjang jalur mudik ini, dinkes juga sudah menyiapkan 1.638 orang sopir ambulan. Untuk mengkoordinasi petugas yang akan memberi pelayanan kesehatan, pihaknya memberlakukan cuti dan giliran.
Misalnya, petugas muslim saat lebaran cuti digantikan oleh petugas non muslim. Begitupun saat natal nanti petugas non muslim cuti, diganti sama petugas yang muslim.
Puskesmas ini akan melayani para pemudik di sepanjang jalur utama mudik Jabar selama 24 jam setiap harinya. Selain itu dinkes juga menyiapkan 27 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan mobil ambulan yang disiagakan sebanyak 484 unit untuk para pemudik.
Demikian diungkapkan Kepala Dinkes Jabar, Alma Lucyati kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung, Selasa (16/7). "Tahun ini untuk memberi pelayanan maksimal, kita menambah jumlah dokter dan bidan dibanding tahun lalu," kata Alma.
Ia menyebutkan jumlah dokter yang disiagakan tahun lalu hanya 900 orang. Sementara jumlah perawat dan bidan yang disiagakan tahun lalu hanya 3.000 orang, sedangkan sekarang menjadi 3.085 orang.
"Kami sengaja menyiapkan dokter, bidan/perawat, puskesmas, RSUD, dan peralatan kesehatan lainnya untuk membantu para pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan. Teknisnya, jika penanganan tidak bisa dilakukan di posko, maka akan dirujuk ke puskesmas atau juga ke rumah sakit jika puskesmas tidak mampu menangani," katanya.
Ia menambhakn untuk menempatkan posko kesehatan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Termasuk dengan Dinas Perhubungan dan juga Polda Jabar. "Karena poskonya macam-macam ternyata. Ada posko yang lengkap, ada posko kesehatan atau posko untuk Polda Jabar saja," katanya.
Menurutnya, untuk menunjang kinerja rumah sakit dan puskesmas di sepanjang jalur mudik ini, dinkes juga sudah menyiapkan 1.638 orang sopir ambulan. Untuk mengkoordinasi petugas yang akan memberi pelayanan kesehatan, pihaknya memberlakukan cuti dan giliran.
Misalnya, petugas muslim saat lebaran cuti digantikan oleh petugas non muslim. Begitupun saat natal nanti petugas non muslim cuti, diganti sama petugas yang muslim.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !