BALEENDAH - Sesosok mayat laki-laki tak dikenal ditemukan oleh anak-anak yang berenang di Sungai Cisangkuy, persisnya di Kp. Rancabungur RT 06/RW 05 Desa Malakasari, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Senin (15/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat ditemukan, mayat tersebut berada dalam tong berwarna biru yang terbawa arus sungai. Sontak saja penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan tersebut menggegerkan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh "GM" di lokasi penemuan mayat, Senin (15/7), siang itu Dendi (14), Rifki (13), dan Acep (12) sedang berenang di Sungai Cisangkuy. Tak lama berselang, ketiganya melihat drum plastik warna biru terbawa arus menuju Sungai Citarum.
Melihat ada drum mengambang, ketiga anak tersebut berlomba meraihnya dengan harapan bisa dijual. Namun begitu menggapainya, ketiganya terperangah karena di dalam drum tersebut terdapat sesosok mayat laki-laki. Ketiganya bergegas menuju daratan untuk memberitahukannya kepada ketua RT setempat, Asep.
Ketua RT dan warga sekitar yang mendapatkan laporan dari anak-anak, segera menuju Cisangkuy. Ternyata benar, di dalam drum plastik terdapat sesosok mayat dengan luka bacokan di leher sehingga nyaris putus. Lalu, ketua RT dan warga melaporkannya ke Polsek Baleendah.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baleendah, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Susianti Rachmi, laki-laki yang bernasib nahas tersebut usianya diperkirakan 20 tahunan, mengenakan baju warna merah, dan celana pendek biru tua.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, yakni Dendi, Rifki, dan Acep, ketiganya kaget karena di dalam tong yang berisi kantong keresek hitam dan karung platik tersebut ada kaki manusia.
Kapolsek menambahkan, petugas langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk me-lakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi guna mencari identitas korban. Hingga kini, belum diketahui identitas mayat tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan petugas identifikasi dari Polres Bandung guna melakukan identifikasi mayat tak dikenal itu," ujarnya.
Meski di leher terdapat luka bacokan senjata tajam sejenis kapak, namun kapolsek belum mau berspekulasi apakah mayat tak dikenal ini adalah korban pembunuhan atau bukan, serta dari mana lokasi kejadiannya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh "GM" di lokasi penemuan mayat, Senin (15/7), siang itu Dendi (14), Rifki (13), dan Acep (12) sedang berenang di Sungai Cisangkuy. Tak lama berselang, ketiganya melihat drum plastik warna biru terbawa arus menuju Sungai Citarum.
Melihat ada drum mengambang, ketiga anak tersebut berlomba meraihnya dengan harapan bisa dijual. Namun begitu menggapainya, ketiganya terperangah karena di dalam drum tersebut terdapat sesosok mayat laki-laki. Ketiganya bergegas menuju daratan untuk memberitahukannya kepada ketua RT setempat, Asep.
Ketua RT dan warga sekitar yang mendapatkan laporan dari anak-anak, segera menuju Cisangkuy. Ternyata benar, di dalam drum plastik terdapat sesosok mayat dengan luka bacokan di leher sehingga nyaris putus. Lalu, ketua RT dan warga melaporkannya ke Polsek Baleendah.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baleendah, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Susianti Rachmi, laki-laki yang bernasib nahas tersebut usianya diperkirakan 20 tahunan, mengenakan baju warna merah, dan celana pendek biru tua.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, yakni Dendi, Rifki, dan Acep, ketiganya kaget karena di dalam tong yang berisi kantong keresek hitam dan karung platik tersebut ada kaki manusia.
Kapolsek menambahkan, petugas langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk me-lakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi guna mencari identitas korban. Hingga kini, belum diketahui identitas mayat tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan petugas identifikasi dari Polres Bandung guna melakukan identifikasi mayat tak dikenal itu," ujarnya.
Meski di leher terdapat luka bacokan senjata tajam sejenis kapak, namun kapolsek belum mau berspekulasi apakah mayat tak dikenal ini adalah korban pembunuhan atau bukan, serta dari mana lokasi kejadiannya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !