BANDUNG, (PRLM).- Penutupan Saritem tak menyelesaikan persoalan
masyarakat yang bergantung hidup di lokalisasi tersebut. Aktivitas
Saritem akan tetap berjalan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun
tak melakukan pemberdayaan ekonomi sebagai pegangan mata pencaharian
penghuni lokalisasi.
Demikian disampaikan Sosiolog Universitas Padjajaran (Unpad) Budi
Rajab di Bandung, Senin (2/9/2013). Menurut dia, klaim Wali Kota Bandung
Dada Rosada yang sering menggembor-gemborkan Saritem telah ditutup tak
sesuai dengan realitas.
"Pemerintah hanya menutup secara aturan resmi, tetapi aturan itu
berbeda dengan realitasnya karena lokalisai masih berjalan," katanya.
Budi menilai, aturan tersebut tak konsisten dengan penegakan aturan yang dilakukan oleh Pemkot Bandung.
"Ketika aturan menyatakan ditutup, konsisten dong dengan menegakkan aturan dan mengawasi," ujar Budi.
Dikatakannya, penutupan yang dilakukan Pemkot Bandung sejak beberapa
tahun lalu hanya polesan citra semata tanpa memberikan solusi jangka
panjang.
Alih-alih menyelesaikan persoalan, tutur Budi, Pemkot Bandung,
menggampangkan permasalahan dengan memberikan solusi pembebasan lahan
untuk kegiatan keagamaan.
"Itu solusi sesaat serta hanya memindahkan masalah saja. Lalu,
masyarakat mau dikemanakan pendapatannya. Pemerintah seharusnya
menyiapkan lapangan kerja bagi penduduk di sana, jangan seperti pedagang
yang beli lahan sebagai pengganti," kata Budi.
Bagi Budi, orientasi penyelesaian dengan penutupan semata, justru
memunculkan masalah lain. "Apa pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan
setelah ditutup," kata Budi.
Tak tersedia lapangan pekerjaan pengganti, menunjukkan Pemkot Bandung cuci tangan setelah melakukan penutupan.
Dia menyatakan, penutupan merupakan tindakan reaktif apabila tak disertai pemberdayaan ekonomi bagi penghuni lokalisasi.
sumber : di sini
Home »
Seputar Padjajaran
» Penutupan Saritem Polesan Citra Pemkot Bandung?
Penutupan Saritem Polesan Citra Pemkot Bandung?
Written By Admin on Sunday, September 8, 2013 | 4:31 AM
Label:
Seputar Padjajaran


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !