MERCUSUAR ZM Willem III setinggi 65 meter yang
dibangun pada zaman kolonial, berdiri gagah di dekat Pantai Sembilangan,
Bangkalan, Madura.
Menara tersebut adalah tempat wisata sejarah
yang terletak di Pulau Madura, tepatnya di Kota Bangkalan. Sebuah
mercusuar buatan Belanda letaknya berdekatan dengan alam yang indah,
yakni Pantai Sembilangan.
Di Madura juga terdapat daerah Bangkalan yang menawarkan berbagai objek wisata, dan salah satunya objek wisata Mecusuar ZM Willem III.
Perjalanan untuk sampai di tempat wisata tersebut mempunyai sensasi tersendiri. Perjalanan bisa diawalai dengan menyeberang ke Pulau Madura dari Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Sekitar 1 jam lebih bisa tiba di Menara Suar Sambilangan.
Berbagai destinasi alam disajikan karena memang letak mercusuar ini berada di pinggir Pantai Sembilangan. Mercusuar tersebut tingginya mencapai 65 meter dengan 17 lantai.
Untuk mencapai ke puncak menara, kita harus menaiki ratusan anak tangga. Sebenarnya ada lorong untuk mengangkat barang ke puncak menara atau sejenis lift, tapi keadaannya sudah tidak bisa digunakan lagi. Wajar, mercusuar itu dibangun tahun 1879, sejak zaman Belanda.
Namun jangan khawatir, kondisi mercusuar ini masih kokoh dari dulu yang berfungsi untuk menerangi jalan kapal di laut. Lampu yang dimilikinya mempunyai jangkauan yang cukup jauh, sekitar 20 mil. Pada tiap lantai terdapat jendela-jendela sebagai sirkulasi udara yang masuk.
Sesampainya di puncak menara, Anda dihadapkan oleh pemandangan asli daerah sekitar. Terlihat dari atas pantai yang luas, tanaman-tanaman bakau yang tumbuh dan sensasi, serta angin yang segar.
Dinding menara yang terbuat dari besi menambah aksen seni suara yang bergema. Suara kita bisa memantul hingga terdengar tiap-tiap lorong. Itulah mengapa orang-orang menyebutnya seram. Padahal itu suara orang lain yang juga berkunjung ke sana.
Fasilitas di menara tersebut juga cukup lengkap, dan terdapat WC umum yang disediakan untuk pengunjung, dan hanya dikenakan bayaran Rp 1.000. Tak jauh dari mercusuar ada Pantai Sembilangan yang terlihat luas dari atas menara. Air di Pantai Sembilangan yang berkarang licin.
Untuk ke sana tidaklah sulit, karena pantai tersebut terdapat daratan timbul seolah membuat jalan dari batu untuk lebih medekat ke air laut.
Di Madura juga terdapat daerah Bangkalan yang menawarkan berbagai objek wisata, dan salah satunya objek wisata Mecusuar ZM Willem III.
Perjalanan untuk sampai di tempat wisata tersebut mempunyai sensasi tersendiri. Perjalanan bisa diawalai dengan menyeberang ke Pulau Madura dari Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Sekitar 1 jam lebih bisa tiba di Menara Suar Sambilangan.
Berbagai destinasi alam disajikan karena memang letak mercusuar ini berada di pinggir Pantai Sembilangan. Mercusuar tersebut tingginya mencapai 65 meter dengan 17 lantai.
Untuk mencapai ke puncak menara, kita harus menaiki ratusan anak tangga. Sebenarnya ada lorong untuk mengangkat barang ke puncak menara atau sejenis lift, tapi keadaannya sudah tidak bisa digunakan lagi. Wajar, mercusuar itu dibangun tahun 1879, sejak zaman Belanda.
Namun jangan khawatir, kondisi mercusuar ini masih kokoh dari dulu yang berfungsi untuk menerangi jalan kapal di laut. Lampu yang dimilikinya mempunyai jangkauan yang cukup jauh, sekitar 20 mil. Pada tiap lantai terdapat jendela-jendela sebagai sirkulasi udara yang masuk.
Sesampainya di puncak menara, Anda dihadapkan oleh pemandangan asli daerah sekitar. Terlihat dari atas pantai yang luas, tanaman-tanaman bakau yang tumbuh dan sensasi, serta angin yang segar.
Dinding menara yang terbuat dari besi menambah aksen seni suara yang bergema. Suara kita bisa memantul hingga terdengar tiap-tiap lorong. Itulah mengapa orang-orang menyebutnya seram. Padahal itu suara orang lain yang juga berkunjung ke sana.
Fasilitas di menara tersebut juga cukup lengkap, dan terdapat WC umum yang disediakan untuk pengunjung, dan hanya dikenakan bayaran Rp 1.000. Tak jauh dari mercusuar ada Pantai Sembilangan yang terlihat luas dari atas menara. Air di Pantai Sembilangan yang berkarang licin.
Untuk ke sana tidaklah sulit, karena pantai tersebut terdapat daratan timbul seolah membuat jalan dari batu untuk lebih medekat ke air laut.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !