Ada momen langka yang diperoleh para peserta pembinaan kesejarahan
dan nilai tradisi di Kampung Ciptagelar. Hari ini, Rabu (20/5/2015) ada
upacara nurunkeun (nginjak bumi). Sebuah upacara adat menginjak bumi
bagi bayi baru lahir yang dilakukan masyarakat adat Kampung Ciptagelar.
Kali ini, upacara digelar oleh keluarga Aki Karma (rorokan jero dan
Padukunan) yang dilakukan untuk cucu pertamanya dari pasangan Aki Upin.
Kebahagiaan begitu nampak dari raut wajah Aki Karma saat sang bayi menginjakan kakinya ke tanah (Bumi).
Sebelumnya dilakukan doa keselamatan, keberkahan, kesehatan bagi sang bayi oleh Aki Karma dan Paraji.
Usai doa, paraji membawa sang bayi bersama ibunya untuk melakukan
upacara nurunkeun. Si paraji kemudian membuat gambar empat arah mata
angin di dalam lingkaran. Kemudian disetiap arah mata angin disimpan
sejumlah uang, dan dibagian tengah disimpan uang yang nilainya lebih
tinggi dari uang yang ada di empat arah mata angin.
Kemudian ditaburi beras berwarna kuning dan putih. Di sebelahnya pedupaan dan kemenyan terus menyala dan mengeluarkan asap.
Setelah doa dia dipanjatkan, kemudian si Jabang bayi diturunkan
kakinya ke atas tanah (Bumi) atau lungsuran. Dengan dipangku sang ibu,
kaki sang bayi ditempelkan ke tanah, uang, beras dan empat arah mata
angin.
Sementara si kakek dan nenek sang bayi melemparkan sejumlah uang dan
permen (nyawér) ke warga yang sudah berkumpul di luar rumah.
Untuk memeriahkan upacara nurunkeun, sejumlah lelaki dewasa menyalakan kembang api. Sehingga suasana pun bertambah meriah.
Makna upacara nurunkeun, kata Aki Karma, ke depan kelak si Jabang
bayi akan menginjakkan kaki. Sebelum itu dilakukan, sejak dini sang bayi
dikenakan dengan bumi (tanah). Selain tanah, sang bayi pun dikenakan
dengan dewi sri yabg dilambangkan dengan beras. Sementara uang, kelak si
bayi harus bekerja agar bisa menghidupi keluarganya. Sedangkan empat
arah mata angin, agar si bayi saat dewasa tidak lupa dengan tujuan yang
akan dicapai, yakni mencari nafkah yang dilambangkan sejumlah uang
dibagian tengah (puseur).
Aki Karma menyebutkan, upacara nurunkeun merupakan upacara adat
masyarakat Kampung Ciptagelar yang mempunyai bayi. "Upacara ini
dilakukan terhadap bayi yang berumur tiga hari. Setelah langsung
diberinama dan dilakukan syukuran, yang ditemani dengan nasi tumpeng dan
lalawuhnya," ujar Aki Karma. sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !