Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung akan melakukan pengasapan di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (20/5/2014) ini. Pengasapan tersebut untuk menindaklanjuti puluhan warga yang diduga terserang cikungunya.
“Hari ini (kemarin-red) kami juga sudah melakukan penyuluhan mengenai antisipasi dan penanganan cikungunya. Selanjutnya akan kami lakukan fogging (pengasapan-red),” ujar Achmad Kustijadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Senin (19/5/2014).
Akhir pekan lalu, Achmad juga mengaku sudah menurunkan petugasnya ke Kampung Kiaraeunyeuh di mana banyak warga yang terserang cikungunya. Hasilnya, terdapat 53 warga yang mengeluhkan gejala penyakit tersebut.
Sesuai dengan prosedur penanganan, menurut Achmad, pihaknya telah mengambil beberapa sampel darah untuk memastikannya. Sampel darah itu kemudian akan diperiksa di laboratorium dan hasilnya baru bisa diketahui sepekan kemudian.
“Selain itu, kami juga melakukan penanganan berupa pemberantasan sarang nyamuk melalui fogging. Namun, fogging hanya berupa penanganan sementara. Sebab, pemberantasan jentik nyamuk harus secara kontinyu,” katanya.
Pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypti yang merupakan vektor virus cikungunya, menurut Achmad, bisa dilakukan dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Di antaranya dengan melakukan 3 M, yakni mengubur, menutup, dan menguras tempat penampungan air.
Selain itu, bisa juga dilakukan dengan pemberian bubuk abate di tempat-tempat penampungan air yang tidak terjangkau. “Misalnya seperti di toren air. Pemberian bubuk abate bisa mematikan jentik nyamuk,” katanya.
Achmad menambahkan, penyakit Cikungunya memang kerap muncul setiap tahun terutama pada musim hujan. Penyebabnya adalah gigitan nyamuk aedes aegypty yang diakibatkan kondisi lingkungan yang kotor.
Setelah terjangkit, penderita akan mengalami demam, pusing, nyeri sendi, dan lemas. Namun, penyakit itu akan berangsur sembuh dengan pengobatan teratur. Penderita dianjurkan untuk banyak meminum air putih dan menjaga kebersihan lingkungan.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung terserang penyakit cikungunya sejak sebulan lalu. mereka mengeluhkan berbagai gejala seperti nyeri persendian, demam, dan sakit kepala.
Ketua RW 5 Kampung Kiaraeunyeuh, Asep Sugian mengungkapkan, kini sekitar tiga puluh warganya terjangkit cikungunya. Bahkan, penyakit yang sama juga menyerang sejumlah warga lainnya di RW 4 dan 6 di kampung itu.
Sumber //
Pasien Cuci Darah di RSUD Al Ihsan Harus Daftar Tunggu
Pasien cuci darah di RSUD Al Ihsan harus melakukan daftar tunggu
akibat membeludaknya pasien. Dari daftar tunggu 78 orang baru bisa
dilayani dengan 12 mesin cuci darah."Hal ini menandakan kecenderungan gagal ginjal terus meningkat. Akibatnya terjadi daftar tunggu yang terus bertambah," kata Wadir Pelayanan Medik RSUD Al Ihsan, dr. Agus Muharram, di ruang kerjanya, Selasa (20/5).
Untuk menyiasati makin membengkaknya daftar tunggu itu, kata Agus, RSUD Al Ihsan akan melakukan penambahan mesin hemodialisa (cuci darah) sehingga mencapai 32 mesin.
"Pengadaan mesin sampai 32 mesin direncanakan pada Juli mendatang. Warga Kab. Bandung kini lebih memilih rumah sakit di daerahnya sehingga rumah sakit yang memiliki mesin cuci darah juga kebanjiran pasien seperti RSUD Majalaya," katanya.
Dengan adanya penambahan mesin sehingga mencapai 32 buah, menurut Agus, pihak rumah sakit akan menambah jumlah perawat dan tenaga administrasinya. "Kami sudah siapkan tenaga perawat dan tenaga administrasi sehingga diharapkan semua lancar," ujarnya.
Sumber //


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !