"Salah satu adalah rumah. BPJS berupaya bisa membantu pemerintah sekaligus membantu pekerja untuk mempunyai rumah," kata Elvyn saat peresmian 600 unit rumah pekerja "BPJS Ketenagakerjaan Metropolis Residence" di di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (3/6/2014).
Dikatakan Elvyn, pembangunan rumah pekerja itu atas kerja sama dengan Bank Tabungan Negara. "Program pinjaman uang muka perumahan (PUMP) BPJS Ketenagakerjaan ini diberikan khusus kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk keperluan tambahan biaya uang muka pembelian rumah," katanya. PUMP itu senilai Rp 20 juta per peserta.
Rumah seharga Rp 105 juta khusus untuk pekerja dengan gaji maksimal Rp 4 juta dengan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kredit yang disalurkan BTN kepada developer jasa konstruiksi diberikan denganrate khusus karena ada penempatan di BTN, yakni bunga 6% per tahun untuk uang muka yang bisa dicicil sampai 20 tahun, dan bunga 7,25% untuk KPR. Bunga ini lebih rendah dibanding bunga pasar KPR yang 14%.
Sementara itu, Bank BTN siap memberikan dukungan pembiayaan pembangunan perumahan bagi pekerja. Tahun 2014 pembangunan perumahan bagi pekerja sudah direncanakan akan dibangun di lima kota besar di Indonesia yakni di Karawang (Jawa Barat), Serang (Banten), Palembang (Sumatera Selatan), Semarang (Jawa Tengah) dan Surabaya (Jawa Timur).
Direktur Bank BTN, Mansyur Nasution mengatakan, Bank BTN sudah menyiapkan pendanaan untuk mendukung pembangunan perumahan pada kelima kota tersebut. "Ini merupakan komitmen Bank BTN dan kami siap memberikan dukungan pembiayaannya," tamhanya.
Proyek perumahan pekerja di Serang ini merupakan proyek kedua yang dibangun setelah sebelumnya dibangun proyek yang sama di Kota Karawang. "Di Serang ini akan dibangun 1.000 unit rumah sederhana tapak yang dibangun PT Graha Nagara Indah selalu pengembang perumahan tersebut," ujarnya.
Menurut Mansyur, dari 1.000 unit rumah yang dibangun itu, telah dibangun 541 unit dengan progres penyelesaian fisik bangunan antara 20 persen - 100 peersen. Ia mengatakan, sekitar 130 unit telah direalisasi dengan skim KPR Sejahtera fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan pinjaman uang muka perumahan (PUMP) sekitar Rp 2,58 miliar. "Proyek perumahan ini disiapkan sebagai fasilitas perumahan yang diberikan untuk peserta jaminan sosial ketenagakerjaan," kata dia.
Kerjasama Bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan dimulai sejak tahun 2006 dengan program perumahan bagi peserta Jamsostek melalui kredit pemilikan rumah sederhana sehat Jamsostek, kredit pemilikan rumah Jamsostek, kredit konstruksi Jamsostek. "Tahun 2008 kerjasama tersebut berubah menjadi pinjaman uang muka," ucap Mansyur.
Melalui kerjasama pinjaman uang muka BPJS Ketenagakerjaan telah terealisasi sekitar 28.466 unit dengan nilai kredit berkisar Rp 495 miliar.
Sumber//


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !