Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » » Cacing Hidup Lebih Lama Saat Tak Dapat Makanan

Cacing Hidup Lebih Lama Saat Tak Dapat Makanan

Written By Unknown on Monday, June 23, 2014 | 10:21 AM

Sebuah studi menemukan jika organisma macam cacing bisa hidup lebih lama justru saat tak ada asupan makanan. Saat lapar, jaringan sel pada cacing terhenti dan memperlambat penuaan sampai makanan tersedia kembali.

Jaringan sel cacing berhenti menua saat mereka dalam keadaan lapar. Hidup mereka jadi dua kali lebih lama ketimbang cacing yang mendapat asupan makanan secara normal. Mereka tetap  bisa bergerak namun jaringan dan organ mereka tidak menua. Saat mereka kembali mendapat makanan, cacing mulai tumbuh dengan normal dan waktu hidup mereka berkembang dua kali lipat.

Studi ini dilakukan oleh Duke University, Amerika dan dipublikasikan pada jurnal PLOS Genetics. Studi dilakukan melibatkan hampir seluruh organisme seperti lalat, monyet dan cacing. Seluruh objek diharuskan diet. Hasilnya waktu hidup mereka bertambah 30 hingga 200 persen dibanding organisme yang bisa makan dengan normal.

Dilansir melalui BBC, Senin 23 Juni 2014, dalam penelitian tersebut terlihat jika cacing nematode kecil, Caenorhabditis elegans (C.elegans) yang biasa ditemukan di bawah tanah, menjadi objek paling diminati para peneliti. Pasalnya, cacing tersebut mencapai usia dewasa pada kurun tiga hingga empat hari dan berkembang dengan cara yang sama.

Selain itu, cacing tersebut juga terang sehingga peneliti bisa melihat langsung ke dalam tubuh. Cacing nematode juga terdiri dari beberapa ratus sel saja. Keduanya membuat peneliti dapat melihat dengan jelas hanya dengan bantuan mikroskop.

Dalam penelitiannya, peneliti menyingkirkan makanan untuk cacing setelah mereka mendapat asupan yang cukup. Reaksi pada cacing kemudian diteliti. Dalam hitungan jam, perkembangan cacing berhenti namun tetap bergerak dan hidup. Ketika cacing mulai diberi makan kembali, perkembangan jaringan tubuh mereka mulai naik lagi dan berubah normal.

"Organisme itu memiliki kewajiban untuk memonitor lingkungan dan memutuskan apakan lingkungan tersebut bisa melanjutkan perkembangan mereka. Jika tidak, mereka akan berhenti. Jika ya, maka mereka lanjut. Inilah yang dimaksud 'checkpoint' pada organisme. Keputusannya memiliki implikasi karena berfungsi menentukan perkembangan atau pertahanan," ujar peneliti Adan Schindler.

Studi itu juga menunjukkan jika cacing bisa bertahan dalam keadaan lapar selama dua minggu. Mereka tetap berkembang secara normal saat mereka mulai mendapat asupan kembali. Periode saat kelaparan memungkinkan mereka mendapat tambahan waktu hidup selama dua minggu.

Berkat temuan ini, para peneliti menyiapkan studi genetik untuk menemukan kemungkinan implikasi pada penuaan diri manusia serta obar kanker. Para peneliti menemukan pola yang ditemukan pada cacing hampir sama dengan tumor yang berdiam selama bertahun-tahun sebelum mulai tumbuh dan mengganas.

'Caranya adalah dengan mencari jawaban bagaimana mereka bisa terpaksa menghentikan perkembangan jaringan tubuh mereka secara temporer," jelas Schindler


Sumber//
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya