Sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1435H/2014M yang digelar Jumat
(27/6/2014) akan dilakukan dalam tiga sesi di tiga tempat (ruangan)
yang berbeda di Gedung Kementerian Agama, Jakarta.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemenag, Zubaidi di Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Menurut Zubaidi, pertemuan yang mengundang seluruh perwakilan ormas
Islam ini akan diawali dengan sessi pra sidang isbat yang dijadwalkan
berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.45 WIB.
“Sidang dimulai dengan sesi pemaparan mengenai posisi hilal di
Indonesia secara astronomis pada hari itu yang akan disampaikan oleh
Prof. Thomas Djamaludin (LAPAN) dan Cecep Nurwendaya (Badan Hisab
Rukyat),” terang Zubaidi.
“Sesi pra sidang ini diakhiri dengan makan malam dan shalat Magrib.
Media dipersilahkan untuk mengikuti, meliput dan menyiarkan sesi ini
kepada masyarakat,” tambahnya.
Sesi kedua adalah pelaporan dan pembahasan hasil rukyatul hilal yang rencanya akan dimulai pukul 18.30 sampai 19.30 WIB.
Dikatakan Zubaidi, selepas Magrib berjamaah, sidang isbat dilakukan
dengan mendengarkan laporan hasil rukyatul hilal dari para anggota Tim
Hisab-Rukyat Kementerian Agama yang melakukan pemantauan hilal di
berbagai titik lokasi pengamatan dari seluruh Indonesia. Setelah
mendengarkan laporan, lanjut Zubaidi, sidang dilanjutkan dengan
pembahasan hasil rukyatul hilal untuk mengambil keputusan.
Menurut Zubaidi, sesi kedua ini dilakukan secara tertutup.
“Memperhatikan saran dan masukan dari masyarakat, sessi pelaporan dan
pembahasan hasil rukyatul hilal dilakukan secara tertutup,” kata
Zubaidi.
Zubaidi menjelaskan bahwa pembahasan dalam proses sidang menyangkut hal
yang sangat teknis terkait penentuan awal bulan, ilmu perbintangan, dan
teknis hisab-rukyat yang belum tentu bisa dipahami secara mudah oleh
masyarakat, apalagi jika tidak mengikutinya secara utuh. Hal itu
dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Sessi ketiga adalah konferensi pers pasca sidang isbat yang rencananya dimulai pukul 19.30 WIB.
Menurut Zubaidi, keputusan yang disepakati dalam sidang isbat akan
disampaikan secara luas kepada masyarakat oleh Menteri Agama, Pimpinan
Majelis Ulama Indonesia, didampingi Sekjen Kementerian Agma dan Dirjen
Bimas Islam.
“Media massa, baik cetak, online, maupun elektronik dimohon bisa meliput
dan menyiarkan hasil sidang isbat tersebut kepada masyarakat,” tegas
Zubaidi.
Sebagai wahana sosialisasi dan edukasi bagi kepada masyarakat,
Kementerian Agama juga akan menyelenggarakan lokakarya penentuan awal
Ramadlan 1435H pada 25 – 26 Juni 2014 di Jakarta. Lokakarya ini
menghadirkan para pakar hisab-rukyat dan astronomi.
Sumber//
Home »
Seputar Padjajaran
» Sidang Isbat Awal Ramadan Dilakukan Tertutup, Jumat Ini
Sidang Isbat Awal Ramadan Dilakukan Tertutup, Jumat Ini
Written By Unknown on Friday, June 27, 2014 | 7:49 AM
Label:
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !