TIDAK menyangka dan bahagia. Itulah
perasaan Dewi Ayu Nurwulan (21), finalis asal Cimenyan dan Muhammad
Ikbal Setiawan, (19) finalis dari Rancaekek setelah dinobatkan sebagai
Mojang Jajaka Kab. Bandung 2014. Grand Final Pasanggiri Moka Kab.
Bandung digelar di Gedong Sabilulungan, Soreang, Rabu (20/8).
Dewi dan Ikbal mengalahkan 38 finalis lainnya dan berhak atas 1 unit sepeda motor dan beasiswa.
"Saya tidak menyangka bisa terpilih jadi juara. Saya memang pernah bermimpi tampil seperti ini dan akhirnya terwujud," kata Dewi sambil mengusap air mata bahagia.
Meski dalam grand final ini dirinya sempat grogi, Dewi mengaku tetap optimistis cita-citanya bisa terwujud. "Alhamdulillah, saya bersyukur atas perstasi ini," kata sulung dari empat bersaudara pasangan Aisya dan Oman Rohman ini.
Mahasiswi semester V Jurusan Manajemen STIE Ekuitas Bandung ini bertekad untuk ikut memajukan Kab. Bandung dengan mempromosikan potensinya. Apalagi Kab. Bandung memiliki banyak potensi yang perlu digali.
Hal yang sama dikatakan Ikbal yang tidak menyangka akan terpilih menjadi Jajaka Kab. Bandung 2014. "Saya senang dan tidak menyangka bisa meraih prestasi ini. Saya juga bangga, apalagi saingan cukup berat," katanya.
Menggali potensi
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung, Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser sangat mengapresiasi even pasanggiri moka yang ikut menggali potensi generasi muda Kab. Bandung.
"Para finalis ini menjalani masa penggodokan yang ketat, seperti dalam nilai budaya, bahasa maupun komunikasi. Sehingga tercipta kepribadian yang utuh. Ini modal mereka ke depan," katanya.
Istri Bupati Bandung ini berharap usai pasanggiri para finalis bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di masyarakat. Misalnya mempromosikan kekayaan budaya Kab. Bandung.
Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kab. Bandung, Akhmad Djohara menuturkan, para finalis harus menjadi teladan bagi generasi muda. Mereka nantinya akan menjadi duta wisata Kab. Bandung.
"Mereka akan mempromosikan pariwisata di Kab. Bandung. Apalagi wisata kita sangat potensial," ujarnya.
Sementara itu pada malam grand final, semua peserta menjawab berbagai pertanyaan dari dewan juri terkait isu-isu kepariwisataan, pemerintahan daerah, budaya, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Setiap peserta diberi waktu 60 detik untuk menjawab pertanyaan dalam bahasa Indonesia, Sunda atau bahasa Inggris.
Tim juri berasal dari berbagai kalangan, yaitu Robith Subandi (STPB), Helly Kusdiana (Himpunan Tata Rias), Ratna Djuwita (wartawan senior), Taufik Ampera (Unpad), Emma Djubaedah (Harpi Melati), Liga Suryadana (STPB), dan Romy (Ketua Imoka Jabar).
Sumber//
Dewi dan Ikbal mengalahkan 38 finalis lainnya dan berhak atas 1 unit sepeda motor dan beasiswa.
"Saya tidak menyangka bisa terpilih jadi juara. Saya memang pernah bermimpi tampil seperti ini dan akhirnya terwujud," kata Dewi sambil mengusap air mata bahagia.
Meski dalam grand final ini dirinya sempat grogi, Dewi mengaku tetap optimistis cita-citanya bisa terwujud. "Alhamdulillah, saya bersyukur atas perstasi ini," kata sulung dari empat bersaudara pasangan Aisya dan Oman Rohman ini.
Mahasiswi semester V Jurusan Manajemen STIE Ekuitas Bandung ini bertekad untuk ikut memajukan Kab. Bandung dengan mempromosikan potensinya. Apalagi Kab. Bandung memiliki banyak potensi yang perlu digali.
Hal yang sama dikatakan Ikbal yang tidak menyangka akan terpilih menjadi Jajaka Kab. Bandung 2014. "Saya senang dan tidak menyangka bisa meraih prestasi ini. Saya juga bangga, apalagi saingan cukup berat," katanya.
Menggali potensi
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung, Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser sangat mengapresiasi even pasanggiri moka yang ikut menggali potensi generasi muda Kab. Bandung.
"Para finalis ini menjalani masa penggodokan yang ketat, seperti dalam nilai budaya, bahasa maupun komunikasi. Sehingga tercipta kepribadian yang utuh. Ini modal mereka ke depan," katanya.
Istri Bupati Bandung ini berharap usai pasanggiri para finalis bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di masyarakat. Misalnya mempromosikan kekayaan budaya Kab. Bandung.
Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kab. Bandung, Akhmad Djohara menuturkan, para finalis harus menjadi teladan bagi generasi muda. Mereka nantinya akan menjadi duta wisata Kab. Bandung.
"Mereka akan mempromosikan pariwisata di Kab. Bandung. Apalagi wisata kita sangat potensial," ujarnya.
Sementara itu pada malam grand final, semua peserta menjawab berbagai pertanyaan dari dewan juri terkait isu-isu kepariwisataan, pemerintahan daerah, budaya, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Setiap peserta diberi waktu 60 detik untuk menjawab pertanyaan dalam bahasa Indonesia, Sunda atau bahasa Inggris.
Tim juri berasal dari berbagai kalangan, yaitu Robith Subandi (STPB), Helly Kusdiana (Himpunan Tata Rias), Ratna Djuwita (wartawan senior), Taufik Ampera (Unpad), Emma Djubaedah (Harpi Melati), Liga Suryadana (STPB), dan Romy (Ketua Imoka Jabar).
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !