Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » » UMKM di Jabar Dapat Bantuan Tambahan Dana KCR Sebesar Rp 100 miliar

UMKM di Jabar Dapat Bantuan Tambahan Dana KCR Sebesar Rp 100 miliar

Written By Unknown on Thursday, August 21, 2014 | 3:07 PM

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk menambah alokasi dana kredit cinta rakyat (KCR) di tahun ini sebesar Rp 100 miliar. Hal itu untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat.

"Rencananya tahun ini akan ditambah Rp 100 miliar, kalau itu terserap dengan baik, maka kita akan tambah lagi. Karena itu yang langsung bantu umkm, tapi kalau tidak terserap banyak, ada apa ini, bunga murah tapi tidak terserap, jangan jangan pelaku UMKM tidak tahu," jelas Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar kepada wartawan usai melakukan penandatangan MOU kesepakatan kerjasama antara Koperasi Kulak Pakuan Ardi Jawa Barat, Puskud Jawa Barat, IKOPIN, LPK Bahana Inspirasi muda Al Ikhsan Center dan Stikes Dharma Husada dengan Sento Cooperative Kyoto Jepang di Gedung Sate, Kamis (21/8/14).

Dikatakan Deddy, hingga saat ini pemerintah provinsi Jawa Barat telah mengucurkan dana untuk Program KCR sebesar Rp 235 miliar. Sehingga dengan adanya rencana penambahan Rp 100 miliar itu totalnya menjadi Rp 335 miliar.

"Ini sebagai upaya untuk mendorong sektor UMKM, Artinya sektor umkm menjadi tumbuh," katanya.

Hal senada pun diungkapkan Kepala Dinas Koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) Jawa Barat, Anton Gustoni. Dikatakannya, rencana penambahan alokasi dana untuk KCR sendiri saat ini sedang di bahas. Mudah mudahan pembahasannya bisa selesao 2 hingga 3 bulan lagi. Sehingga penambahan dana KCR pun bisa terelasasi.

"Saat ini lagi dibahas, mudah mudahan 2 atau 3 bulan kedepan sudah selesai dan bisa ditambah dari Rp 235 miliar jadi Rp 335 miliar," katanya.

Hingga saat ini lanjutnya, dana KCR sendiri telah diakses sekitar 9000 pelaku usaha UMKM. Namun demikian menurutnya hal tersebut masih rendah.

"Memang itu masih minim. Mungkin karena masih banyak yang belum tahu tentang KCR ini. Tapi selama ini kita terus sosialisasikan," katanya.

Sementara itu disinggung dengan MOU dengan Sento Cooperative Kyoto Jepang, Anton pun mengatakan, hal tersebut terkait dengan kerjasama yang akan dilakukan. Baik dari sisi pemagangan tenaga kerja maupun pemasaran produk.

"Khusus MOU itu untuk pemagangan, satunya satunya koperasi yang dipercaya koperasi jepang untuk pemagangan adalah koperasi Ardin.Karena biasanya pengelolaan pemagangan dilakukan yayasan dan agen," katanya.

Menurutnya pemagangan yang dilakukan oelh koperasi sendiri baru kali ini dilakukan oleh koperasi Ardin. Saat ini ada sekitar 100 orang yang akan di berangkatkan untuk pemagangan ke. Jepang. Baik itu pemagangan di Sektor pertanian, makanan minuman termasuk juga permesinan dan bangunan.

"Tapi karena Jepang banyak butuh tenaga, jadi akan ditambah," katanya.

Sementara itu Director Sento Cooperative Kyoto Jepang Tadashi Kimura mengatakan, pihaknya berharap kerjasama ini dapat dilakukan dengan baik. Kerjasama sendiri meliputi transfer tekhnologi dan produk. Termasuk juga pemagangan tenaga kerja.

"Keinginannya tekhnologi jepang akan dibawa ke indonesia, disisi lain produksi indonesia juga bisa di ekspor ke jepang. Sementara untuk pemagangan. Sekarang ini pemagangan kerja masih kurang, baru 100 orang, keingin kami diharapkan nambah jadi 1000 orang. Pemagangan tidak ada batasan," katanya.

Sumber//
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya