Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk menambah alokasi dana
kredit cinta rakyat (KCR) di tahun ini sebesar Rp 100 miliar. Hal itu
untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa
Barat.
"Rencananya tahun ini akan ditambah Rp 100 miliar, kalau itu terserap
dengan baik, maka kita akan tambah lagi. Karena itu yang langsung bantu
umkm, tapi kalau tidak terserap banyak, ada apa ini, bunga murah tapi
tidak terserap, jangan jangan pelaku UMKM tidak tahu," jelas Wakil
Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar kepada wartawan usai melakukan
penandatangan MOU kesepakatan kerjasama antara Koperasi Kulak Pakuan
Ardi Jawa Barat, Puskud Jawa Barat, IKOPIN, LPK Bahana Inspirasi muda Al
Ikhsan Center dan Stikes Dharma Husada dengan Sento Cooperative Kyoto
Jepang di Gedung Sate, Kamis (21/8/14).
Dikatakan Deddy, hingga saat ini pemerintah provinsi Jawa Barat telah
mengucurkan dana untuk Program KCR sebesar Rp 235 miliar. Sehingga
dengan adanya rencana penambahan Rp 100 miliar itu totalnya menjadi Rp
335 miliar.
"Ini sebagai upaya untuk mendorong sektor UMKM, Artinya sektor umkm menjadi tumbuh," katanya.
Hal senada pun diungkapkan Kepala Dinas Koperasi usaha mikro kecil
dan menengah (KUMKM) Jawa Barat, Anton Gustoni. Dikatakannya, rencana
penambahan alokasi dana untuk KCR sendiri saat ini sedang di bahas.
Mudah mudahan pembahasannya bisa selesao 2 hingga 3 bulan lagi. Sehingga
penambahan dana KCR pun bisa terelasasi.
"Saat ini lagi dibahas, mudah mudahan 2 atau 3 bulan kedepan sudah
selesai dan bisa ditambah dari Rp 235 miliar jadi Rp 335 miliar,"
katanya.
Hingga saat ini lanjutnya, dana KCR sendiri telah diakses sekitar
9000 pelaku usaha UMKM. Namun demikian menurutnya hal tersebut masih
rendah.
"Memang itu masih minim. Mungkin karena masih banyak yang belum tahu
tentang KCR ini. Tapi selama ini kita terus sosialisasikan," katanya.
Sementara itu disinggung dengan MOU dengan Sento Cooperative Kyoto
Jepang, Anton pun mengatakan, hal tersebut terkait dengan kerjasama yang
akan dilakukan. Baik dari sisi pemagangan tenaga kerja maupun pemasaran
produk.
"Khusus MOU itu untuk pemagangan, satunya satunya koperasi yang
dipercaya koperasi jepang untuk pemagangan adalah koperasi Ardin.Karena
biasanya pengelolaan pemagangan dilakukan yayasan dan agen," katanya.
Menurutnya pemagangan yang dilakukan oelh koperasi sendiri baru kali
ini dilakukan oleh koperasi Ardin. Saat ini ada sekitar 100 orang yang
akan di berangkatkan untuk pemagangan ke. Jepang. Baik itu pemagangan di
Sektor pertanian, makanan minuman termasuk juga permesinan dan
bangunan.
"Tapi karena Jepang banyak butuh tenaga, jadi akan ditambah," katanya.
Sementara itu Director Sento Cooperative Kyoto Jepang Tadashi Kimura
mengatakan, pihaknya berharap kerjasama ini dapat dilakukan dengan baik.
Kerjasama sendiri meliputi transfer tekhnologi dan produk. Termasuk
juga pemagangan tenaga kerja.
"Keinginannya tekhnologi jepang akan dibawa ke indonesia, disisi lain
produksi indonesia juga bisa di ekspor ke jepang. Sementara untuk
pemagangan. Sekarang ini pemagangan kerja masih kurang, baru 100 orang,
keingin kami diharapkan nambah jadi 1000 orang. Pemagangan tidak ada
batasan," katanya.
Sumber//
Home »
Berita Ekonomi
» UMKM di Jabar Dapat Bantuan Tambahan Dana KCR Sebesar Rp 100 miliar
UMKM di Jabar Dapat Bantuan Tambahan Dana KCR Sebesar Rp 100 miliar
Written By Unknown on Thursday, August 21, 2014 | 3:07 PM
Label:
Berita Ekonomi



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !