Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » » Dirut Pertamina (Karen Agustiawan) Mengundurkan Diri

Dirut Pertamina (Karen Agustiawan) Mengundurkan Diri

Written By Unknown on Monday, August 18, 2014 | 12:37 PM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku tidak bisa menahan keinginan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut Dahlan, permohonan pengunduran yang dilakukan oleh Karen Agustiawan ini sudah diajukan berkali-kali. "Memang betul Dirut Pertamina mengundurkan diri, Karen berkali-kali mengundurkan diri, tetapi saya tolak dan saya pertahankan," kata Dahlan kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Dahlan menjelaskan, masa jabatan Karen Agustiawan menjadi Direktur Utama Pertamina sebetulnya habis sejak tahun 2013. "Tapi saya meminta untuk diperpanjang, meskipun beliau meminta untuk tidak diperpanjang," tambahnya.

Menurut Dahlan, permintaan dirinya untuk menahan Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama di Pertamina lantaran untuk menjaga kestabilan suatu perusahaan.

"Bu Karen ini sudah lima tahun penuh, ditambah sampai saat ini sudah enam  tahun lebih sedikit, saya pengen perusahaan itu ingin stabil," tutupnya.

Berikut Deret Prestasi Karen Agustiawan di Pertamina.

Karen Agustiawan mulai menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada 5 Maret 2008. Dia pun akan meninggalkan jabatan tersebut mulai 1 Oktober mendatang.

Selama menjabat sebagai pimpinan tertinggi Pertamina, ada sejumlah prestasi yang dia torehkan;

Karen masuk dalam jajaran pengusaha wanita paling berpengaruh di Asia tahun 2012 oleh Forbes, peringkat 53. Dia juga masuk dalam daftar wanita paling berpengaruh di Asia tahun 2014 oleh Forbes, peringkat 55.

Dia juga berhasil membawa Pertamina masuk dalam jajaran perusahaan Fortune Global 500 di tahun 2013, peringkat 122

Selain itu, di tahun 2014, Pertamina juga berhasil bertahan di daftar Fortune Global 500, yakni di peringkat 123

Kinerja Keuangan Pertamina
Pada tahun 2007, laba Pertamina mengalami penurunan sebesar 22,7 persen menjadi Rp17,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp21,16 triliun (berdasarkan laporan keuangan Pertamina tahun 2007).

Tapi, pada tahun 2008, yakni saat Karen mulai menjabat, laba BUMN minyak ini mengalami kenaikan 17,1 persen menjadi Rp19,77 triliun dari periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,88 triliun (berdasarkan laporan keuangan Pertamina tahun 2008).

Selanjutnya, pada tahun 2013, pertamina juga mencatatkan kenaikan laba sebesar 10,9 persen menjadi USD3,06 miliar, setara dengan Rp35,77 triliun (kurs Rp11.679 per USD) dari periode yang sama tahun 2012 USD2,76 miliar.

Artinya, Karen berhasil membuat Pertamina jauh lebih untung, yakni dengan mengalami kenaikan laba sebesar 107,6 persen dari Rp17,1 triliun (2007) menjadi Rp35,77 triliun (2013).

Sumber//
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya