Bangunan dua lantai berdiri sederhana di Jalan Nilem,
Kota Bandung, Jawa Barat. Tempat itu bernama Panti Asuhan Anak Taman
Harapan Muhammadiyah.
Ada banyak cerita yang mewarnai perjalanan
panti asuhan tersebut. Apalagi, Taman Harapan Muhammadiyah merupakan
panti asuhan pertama di Kota Bandung.
Berdiri sejak 1935, Panti
Asuhan Taman Harapan semula berada di Jalan Dewi Sartika. Beberapa kali
panti asuhan itu berpindah lokasi karena berbagai alasan. Salah satunya
pada 1937, panti asuhan pindah ke rumah Inggit Garnasih di Jalan
Ciateul.
Pada saat peristiwa Bandung Lautan Api, panti asuhan
Taman Harapan pun menjadi saksi pergolakan yang ada. Saat itu, panti
sudah berpindah ke kawasan Ciparay.
Tak cukup sampai di situ,
pada 1949 panti kembali pindah ke Jalan Tegalega Barat. Pada 1956, panti
hijrah ke Jalan Banteng. Terakhir, pada 1968, panti pindah ke Jalan
Nilem sampai hari ini.
"Panti ini dulunya berpindah-pindah karena
pergolakan pada saat itu, melihat situasi juga," kata Cucu Mastupa,
staf panti asuuhan.
Setelah
melalui berbagai perkembangan, panti asuhan Taman Harapan bahkan kini
berdiri di dua lokasi. Di Jalan Nilem, panti diperuntukkan untuk asrama
putri. Sedangkan satu lagi berada di Jalan Beruang untuk asrama putra.
Kini,
Taman Harapan memiliki sebanyak 65 anak asuh. Sebanyak 40 di antaranya
perempuan dan 25 laki-laki. Banyak suka-duka yang dialami anak panti dan
para pengurus. "Kalau kendala ada, tapi alhamdulillah selama ini masih
bisa diatasi," ungkapnya.
Cucu lalu memaparkan berbagai kegiatan
yang dijalani anak-anak panti, mulai dari sekolah, mengaji, hingga
kegiatan kesenian. Khusus untuk Ramadan, intensitas mengaji para anak
asuh ditingkatkan lagi.
Di Taman Harapan, para anak asuh
diajarkan untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Tak hanya itu, mereka juga
dibekali kemampuan ilmu agama Islam. Sehingga ketika mereka lulus dari
panti, mereka diharapkan jadi pribadi yang cerdas dari berbagai sisi.
"Bukan hanya pendidikan formal, dari segi agama juga mereka dibina," ujar Cucu.
Ia
mengatakan, anak panti yang sudah dewasa akan 'dilepas' untuk mandiri.
Mereka banyak yang menjadi PNS, polisi, TNI, hingga pengusaha. "Mereka
yang sudah lulus dari sini biasanya memiliki keterikatan pada panti,"
tuturnya.
Sebagian dari para alumnus bahkan kini mengabdikan diri
di Taman Harapan. Bahkan para alumnus pun sempat mengumpulkan donasi
untuk merenovasi keberadaan panti hingga bisa jadi seperti saat ini.
Sumber//
Home »
Seputar Padjajaran
» Panti Asuhan Pertama di Kota Bandung
Panti Asuhan Pertama di Kota Bandung
Written By Unknown on Friday, August 15, 2014 | 9:51 AM
Label:
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !